Jumat Besok Anies Berlakukan PSBB DKI, Bantuan Pangan Mulai Didistribusikan Kamis

  • Whatsapp
IMG 20200407 215254
Konferensi pers Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan didampingi Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nanan Sudjana dan Pangdam Jaya Mayjen TNI Eko Margiyono di Balaikota DKI Jakarta, Selasa 7 April 2020 malam.
PHP Dev Cloud Hosting

Jakarta, Inisiatifnews.com Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan mengumumkan bahwa pihaknya akan memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sesuai dengan surat dari Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto.

Pemberlakuan PSBB itu akan dimulai efektif pada hari Jumat besok.

Bacaan Lainnya

“DKI Jakarta akan melaksanakan PSBB sebagaimana digariskan Kementerian Kesehatan efektif mulai Jumat tanggal 10 April 2020,” kata Anies dalam konferensi persnya di Balaikota DKI Jakarta, Selasa (7/4/2020).

Pada dasarnya kata Anies, Pemprov DKI Jakarta sebenarnya sudah mulai melakukan pembatasan-pembatasan tersebut. Seperti halnya dengan memberlakukan kebijakan Work From Home (WFH), School From Home (SFH), dan penutupan akses publik seperti taman dan fasilitas hiburan milik pemerintah daerah.

“Selama ini DKI sudah melaksanakan pembatasan-pembatasan itu; mulai seruan work from home, sekolah dari rumah, menghentikan kegiatan peribadatan di rumah peribadatan, pembatasan transportasi, semua sudah kita lakukan 3 minggu terakhir ini,” ujarnya.

Namun dalam PSBB ini, Anies menyampaikan bahwa akan ada aturan tegas yang mengikat bagi masyarakat di DKI Jakarta untuk mematuhinya.

“Bagi warga Jakarta utamanya komponen penegakan karena akan disusun peraturan yang memiliki kekuatan mengikat kepada warga untuk mengikuti,” jelasnya.

Maka dari itu dengan aturan yang lebih ketat ini, Anies berharap semua warga Jakarta bisa mematuhinya. Ini semata-mata untuk mengatasi penyebaran virus corona yang tengah menjadi momok di Indonesia.

“Kami harap pembatasan ini bisa ditaati sekaligus menjadi wujud ketaatan kita bahwa pembatasan dapat mempengaruhi kemampuan kita mengatasi virus ini,” tutur Anies.

Selain itu, selama PSBB ini berlangsung Pemprov DKI Jakarta melarang warganya untuk melakukan exhibition dan perayaan yang mengakibatkan kerumunan masyarakat karena rentan terjadi penularan Covid-19.

Bahkan ketika ada warga yang ingin melangsungkan pernikahan, hanya boleh dilakukan dengan ijab qobul di Kantor Urusan Agama (KUA) tanpa ada perayaan apapun termasuk resepsi. Begitu juga hajatan khitanan misalnya.

“Terkait dengan kegiatan sosial budaya, kita akan batasi itu. Pernikahan tidak dilarang tapi dilakukan di KUA, resepsi ditiadakan. Kegiatan-kegiatan ritual khitan perayaanya ditiadakan,” jelas Anies lagi.

Sementara untuk layanan masyarakat seperti kantor pemerintahan, Polri dan TNI tetap bisa diakses dan melayani masyarakat seperti biasa.

“Pemerintahan terus jalankan fungsinya. Pemprov, Polri dan TNI berjalan seperti biasa. Yang bisa bekerja di rumah akan diatur atasannya tapi pelayanan tidak tutup,” paparnya.

Dalam statemennya itu, Anies menyebut ada 8 sektor yang masih diijinkan untuk tetap beroperasi. Antara lain ;

1. Sektor kesehatan
2. Sektor pangan, makanan dan minuman
3. Sektor energi (gas, air, listrik, pompa bensin)
4. Sektor komunikasi (jasa komunikasi dan media komunikasi)
5. Sektor keuangan dan perbankan termasuk pasar modal
6. Sektor kegiatan logistik atau distribusi barang
7. Sektor kebutuhan harian retail seperti warung klontong
8. Sektor industri strategis

Lebih lanjut, Anies Baswedan juga menyampaikan bahwa pemerintah DKI Jakarta bersama dengan forkopimda DKI Jakarta termasuk di dalamnya adalah Polda Metro Jaya dan Pangdam Jaya akan mendistribusikan logistik kepada masyarakat kecil kurang mampu mulai hari Kamis (9/4) besok.

“Pemprov DKI bersama Polri dan TNI mulai Kamis akan mulai memfasilitasi distribusi sembako kepada masyarakat di kawasan-kawasan padat dan masyarakat yang memiliki kebutuhan miskin dan rentan miskin,” ungkap Anies.

“Dengan begitu kita harap kebutuhan masyarakat miskin dan rentan miskin bisa kita bantu,” tutupnya.

Perlu diketahui bahwa Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto telah menetapkan status Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk wilayah DKI Jakarta.

Keputusan tersebut telah ditetapkan tanggal 7 April 2020 melalui Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/Menkes/239/2020 tentang penetapan pembatasan sosial berskala besar di wilayah provinsi DKI Jakarta dalam rangka percepatan penanganan corona virus disease 2019 (Covid-19). [NOE]

Pos terkait