Presiden Ajak Rakyat Ibadah Puasa Sambil Tetap Ikhtiar Lawan Covid-19

  • Whatsapp
IMG 20200424 012848
Presiden Joko Widodo.

Inisiatifnews.com Kementerian Agama telah usai menggelar sidang Isbat yang menyatakan bahwa 1 Ramadhan 1441 H jatuh pada hari Jumat 24 April 2020.

Dengan demikian, Ramadhan tahun ini bangsa Indonesia masih harus berjibaku dengan wabah yang disebabkan oleh Novel Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

Bacaan Lainnya

Maka dari itu, Presiden Joko Widodo melalui akun twitternya mengajak seluruh bangsa Indonesia tetap menjalankan ibadah puasa denan tetap melakukan ikhtiar melawan Covid-19, caranya dengan memutus rantai penyebarannya semaksimal mungkin agar tidak semakin banyak masyarakat yang terjangkit.

“Pandemi global Covid-19 masih berlangsung saat bulan Ramadan datang. Maka, sembari berpuasa, mari tetap berikhtiar untuk memutus rantai penyebaran virus global ini, dengan hidup sehat dan berdoa agar pandemi ini segera berlalu,” kata Presiden Jokowi, Kamis (23/4/2020).

Kemudian, orang nomor satu di Republik Indonesia itu juga mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa bagi Umat Islam Indonesia.

“Selamat menjalankan ibadah puasa,” imbuhnya.

Perlu diketahui, bahwa kasus Covid-19 di Indonesia berdasarkan data dari tim Gugus Tugas Covid-19 nasional masih terdapat tambahan kasus baru. Bahkan per hari Rabu (23/4) tercatat 357 orang masuk dalam daftar kasus positif terkonfirmasi sehingga total secara nasional ada 7.775 orang kasus positif Covid-19.

Kemudian untuk kasus sembuh juga ada tren kenaikan cukup signifikan, yakni 47 orang sehingga total orang sembuh sebagai pasien positif Covid-19 menjadi 960 orang.

Pun demikian, angka pasien yang dinyatakan meninggal karena Covid-19 juga masih memiliki tren naik, yakni 11 orang dengan rentang jarak hari Rabu-Kamis sehingga total secara keseluruhan ada 647 orang.

Untuk melakukan ikhtiar pemutusan rantai penyebaran virus Korona kepada masyarakat, Presiden Joko Widodo juga sudah mengeluarkan kebijakan larangan mudik bagi masyarakat di tahun 2020 ini.

“Pada rapat hari ini, saya ingin menyampaikan juga bahwa mudik semuanya akan kita larang,” kata Presiden Jokowi dalam rapat terbatas lewat video conference, Selasa (21/4).

Ia juga telah meminta jajarannya segera mempersiapkan segala hal yang berkaitan dengan larangan mudik ini.

Dalam rapat sebelumnya, pemerintah diketahui belum melarang mudik dan hanya menyampaikan imbauan agar masyarakat tak pulang ke kampung halaman.

Namun, Kepala Negara menyebutkan, berdasarkan survei, masih ada 24 persen masyarakat yang bersikeras akan mudik.

“Artinya, masih ada angka yang sangat besar,” kata dia.

Dengan demikian, perlu adanya kebijakan yang lebih tegas agar masyarakat tidak mudik sehingga penyebaran virus corona di Indonesia dapat dicegah. [NOE]

Pos terkait