Mahfud Ngobrol Santai Bareng Dahlan Iskan

Bahagia Djoko Tjandra Ditangkap & Ditarik-tarik

  • Whatsapp
20200804 175137
Menko Polhukam Mahfud MD bertemu Dahlan Iskan di Kantor eks Menteri BUMN, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (01/8) lalu. Mahfud menjadi bintang tamu Dahlan Iskan DI's Way.

Inisiatifnews.com – Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD bahagia betul bertemu sahabat lamanya, Dahlan Iskan. Mahfud bertemu Dahlan di Kantor eks Menteri BUMN, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (01/8) lalu.

“Senang sekali, malam ini bisa berkunjung ke Kantor DI’s Way, Dahlan Iskan di Surabaya. Dahlan Iskan adalah sahabat saya yang tak pernah putus hubungan meski kami tinggal di tempat yang saling berjauhan. Ngobrol dengan Mas Dahlan Iskan selalu asyik. Selalu ada materi baru yang diartikulasikan dengan baik,” kicau @mohmafudmd lewat akun Twitter-nya, beberapa waktu lalu.

Bacaan Lainnya

Ternyata, Mahfud sekaligus menjadi bintang tamu Dahlan Iskan DI’s Way. Obralan santai dengan Dahlan diunggah akun YouTube resmi Dahlan Iskan, Senin (03/08) malam.

Mahfud ngobrol banyak dengan Dahlan. Dalam obrolan santai namun bernas itu, Mahfud mengungkapkan perasaannya saat buron kasus korupsi pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali Djoko Tjandra berhasil ditangkap.

Mahfud mengaku demen melihat buron 11 tahun ditarik-tarik polisi yang menjaganya saat turun dari pesawat saat mendarat di Halim Perdana Kusuma, Jakarta.

“Senang sekali saya. Maaf ya, saya ini manusia, suka emosional. Ketika saya melihat dia digelandang polisi, ditarik, wah seneng sekali saya,” ujarnya Mahfud kepada Dahlan.

Disebutkan Mahfud, Djoko Tjandra memang diduga suka berbuat sesukanya. Termasuk “menarik-narik” polisi dan pejabat dengan duitnya.

“Saya membayangkan dia ini suka narik-narik polisi dengan uangnya. Selama ini kan juga pejabat-pejabat ditarik juga sama dia dengan uangnya,” katanya.

Bukan Dahlan Iskan jika tak menanyakan pertanyaan yang di luar dugaan. Dahlan bertanya soal alis Djoko Tjandra yang kian tebal dan rapih saat ditangkap. Padahal sebelum ditangkap, alis Djoko tipis dan hampir hilang.

Menjawab itu, Menhan era Presiden Gus Dur ini mengaku tak memperhatikan hal tersebut. “Enggak, saya enggak memperhatikan sampai ke alisnya karena, ya enggak terpikir oleh saya tentang itu,” ujar Mahfud.

Saat Djoko Tjandra ditangkap, eks ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini lagi balik kampung Idul Adha ke Pamekasan, Madura. Akan tetapi, ia sudah dapat informasi dan berkoordinasi jarak jauh dengan berbagai instansi.

“Masalah utamanya sudah selesai, waktu itukan sudah ditangkap polisi. Bisa dimendalikan dari jalan. Komunikasi dengan Polri, Kejaksaan, dan lain-lain dilakukan dari jalan, dari hotel, atau dari mobil,” ujar Mahfud.

Mahfud pun berbicara soal tradisi Madura yang lebih sering mudik saat Idul Adha. Sambil bergurau, Mahfud pun mengaku sering disebut ahlul mudik. Apalagi Ibundanya masih tinggal di Pamekasan, Madura.

“Tradisi di Madura memang begitu. Idul Adha itu oleh sebagian besar orang Madura, diperlakukan, bukan dianggap, diperlakukan lebih besar dari Idul Fitri. Kata orang saya ini termasuk ahlul mudik, suka mudik gitu,” ujar Mahfud sembari tertawa.

Seperti diketahui, Djoko Tjandra ditangkap aparat Polis Diraja Malaysia. Selanjutnya diserahkan kepada Bareskrim Polri di Kuala Lumpur, Malaysia pada Kamis (30/07) sore. Penangkapan Djoko Tjandra atas kerja sama antarinstitusi kepolisian. Djoko Tjandra kini telah berstatus warga binaan setelah diserahkan Bareskrim kepada Kejaksaan Agung, dan selanjutnya dilimpahkan kepada Ditjen Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM. Kendati demikian, penahanannnya tetap berada di Rutan Bareskrim Polri. (INI)

PHP Dev Cloud Hosting

Pos terkait