Jenguk Syekh Ali Jaber, Mahfud MD: Kasus Akan Diusut Tuntas

  • Whatsapp
20200914 223102
Menko Polhukam Mahfud MD saat menjenguk Syekh Ali Jaber, Senin (14/9)

Inisiatifnews.com – Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menjenguk Syekh Ali Jaber yang baru saja ditikam oleh orang tak dikenal, di Lampung Minggu (13/9) sore.

Mahfud MD bersyukur ulama ahli Al-Qur’an ini sudah pulih.

Bacaan Lainnya

“Alhamdulillah, selepas maghrib tadi saya mengunjungi Syech Ali Jaber yan baru ditusuk orang saat berdakwah di Lampung. Beliau sudah cukup sehat. Beliau sangat tawadhu, khas ulama,” kicau Mahfud melalui akun Twitter-nya @mohmahfudmd Senin (14/9) malam.

Mahfud menyakinkan, kasus penusukan kepada ulama kelahiran Madinah, Arab Saudi ini akan diusut tuntas.

“Kasus penusukan terhadap Syech akan diusut tuntas. Pelakunya sudah ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka,” yakin eks Menteri Pertahanan era Presiden Gus Dur ini.

Warganet pun ikut bahagia Syekh Ali Jaber sudah pulih. Seperti akun @Syarifulqudsy1.

“Semoga lekas sembuh dan bisa melanjutkan dakwah kembali. Semoga Ada tindakan cepat dari penegak hukum. Supaya persepsi dan asumsi negatif gak semakin meninggi,” harap netizen ini disambut pujian @Dhed_angra. “Ulama yang selalu menebarkan kedamaian. Ulama yang gak pernah membahas politik. Istriku sangat suka kajian-kajiannya.”

20200914 223058
Mahfud MD dan Syekh Ali Jaber

Untuk diketahui, Syekh Ali Jaber ditusuk orang tak dikenal saat tengah mengisi kajian di Masjid Falahudin, Jalan Tamin Nomor 45, Kelurahan Sukajawa, Tanjung Karang Barat, Bandar Lampung, Minggu (13/9) sore.

Di media sosial, video penikaman Syekh Ali viral. Dalam video, kejadian penusukan itu bermula saat Syekh Ali sesi foto bersama para jamaah. Namun, saat akan berfoto bersama jamaah ibu dan anak, tiba-tiba seorang pria tak dikenal menerobos, berlari ke atas panggung dan langsung menusuk Syekh Ali.

Peserta ceramah langsung histeris. Yang lainnya, langsung menghentikan dan menangkap pelaku penusukan. Pelaku bernama Alpin Andria itu langsung dibekuk setelah sebelumnya sempat dihujani pukulan. Syekh Ali mengalami luka tusuk di bahu kanan.

Tersangka Dijerat Dua Pasal

Polisi telah menetapkan Alpin sebagai tersangka. Pelaku disangkakan 2 pasal atas perbuatannya tersebut. “Yang bersangkutan juga telah ditersangkakan kasus penganiayaan berat dan membawa senjata tajam tanpa hak. Sesuai Pasal 351 ayat (2) KUHP dengan ancaman pidana penjara 2 tahun dan Pasal 2 ayat (1) UU Darurat 12 Tahun 1951 dengan ancaman pidana penjara 1 tahun,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Awi Setiyono, di kantornya, Senin (14/9).

Pasal 351 ayat (2) KUHP:
(2) Jika perbuatan mengakibatkan luka-luka berat, yang bersalah diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun.

Pasal 2 ayat (1) UU Darurat 12 Tahun 1951:
(1) Barang siapa yang tanpa hak memasukkan ke Indonesia, membuat, menerima, mencoba memperolehnya, menyerahkan atau mencoba menyerahkan, menguasai, membawa, mempunyai persediaan padanya atau mempunyai dalam miliknya, menyimpan, mengangkut, menyembunyikan, mempergunakan atau mengeluarkan dari Indonesia sesuatu senjata pemukul, senjata penikam, atau senjata penusuk (slag-, steek-, of stootwapen), dihukum dengan hukuman penjara setinggi-tingginya sepuluh tahun.

Tersangka kini telah ditahan selama 20 hari ke depan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Selain itu, dia juga akan dibawa ke rumah sakit jiwa untuk diobservasi.

“Kedua, membuat visum et repertum terhadap tersangka untuk dilakukan pemeriksaan secara medis terkait informasi gangguan kejiwaan ke RS Jiwa Kurungan Nyawa Bandar Lampung. Dan tentunya nanti Polri dilakukan menerima visum baik itu korban maupun tersangka tentunya nanti akan dilakukan pemeriksaan lanjut dokter,” ujarnya.

Dalam kasus ini, polisi telah memeriksa sebanyak 8 saksi. Polisi juga telah melakukan visum terhadap Syekh Ali Jaber. “Korban mengalami luka tusuk sedalam 4 cm, dan sudah dilakukan jahitan sebanyak 6 jahitan,” ujarnya.

Polri berjanji akan serius dalam menangani kasus ini. Mabes Polri mengirimkan tim berisi dokter dan psikiater dari Pusdokkes Polri untuk mem-back up penanganan kasus. (INI)

Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia

Pos terkait