Menko Polhukam: Tahapan Pilkada Belum Munculkan Klaster Baru Covid-19

  • Whatsapp
IMG 20201120 WA0004
Menko Polhukam Mahfud MD saat launching model kota tanpa pungutan liar (pungli) di wilayah Provinsi Maluku Utara (Malut), di Sahid Bella Hotel, Ternate, Kamis (19/11).

Inisiatifnews.com – Sekitar dua pekan lagi, pemilihan kepada daerah (Pilkada) serentak berlangsung. Tepatnya 9 Desember bulan depan. Seperti diketahui, pesta demokrasi kali ini berlangsung di tengah pandemi Covid-19.

Soal Pilkada di tengah pandemi, Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam)
Prof. Mahfud MD menyebut, persiapan dan tahapan Pilkada berjalan cukup baik. Kekhawatiran munculnya klaster Pilkada, tegas Mahfud, hingga masa kampanye hampir berkahir ini, belum terjadi.

Bacaan Lainnya

“Dulu ada penolakan dan kekhawatiran yang massif. Karena dikhawatirkan menjadi klaster baru. Bahkan ada ungkapan, pemerintah tidak mengutamakan keselamatan rakyat. Malah mengutamakan Pilkada. Tetapi sejauh ini berlangsung aman,” kata Mahfud saat menjadi Keynote Speaker webinar Cokro TV bertajuk Pilkada dan Ancaman Politik Identitas, Selasa (24/11).

Mahfud menerangkan, selama masa kampanye Pilkada serentak, memang terjadi pelanggaran protokol kesehatan sebanyak 1.510, atau hanya 2,2 persen.

Pelanggaran protokol kesehatan yang ditemui pun, skalanya kecil. Seperti tidak menggunakan masker dan melebihi kapasitas.

“Ada pelanggaran protokol kesehatan terjadi sebanyak 2,2 persen, dari 73.500 ribu event, itu pelanggarannya kira-kira 1.510. Itu pun yang kecil-kecil, misalnya lupa pakai masker, jumlah di ruangan lebih dua orang, dan sebagainya,” terangnya.

Mahfud menambahkan, ada 16 pelanggar protokol kesehatan yang sedang diproses pidana khusus. Malah, ada yang sudah masuk proses peradilan.

“Yang diproses pidana khusus untuk Pilkada ada 16 tindak pidana. Sekarang dalam proses penyidikan, dan juga sudah dalam proses peradilan. Jadi jangan bilang, yang ini ditindak, yang sana dibiarkan. Semua sudah ditindak, ada yang melanggar protokol, ada yang diperingatkan langsung berubah, kemudian ada yang diproses pidana,” terangnya.

Lebih lanjut, eks Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini mengingatkan, pasangan calon harus terus patuh menerapkan protokol kesehatan. “Tetapi, sekali lagi, sampai hari ini, semoga sampai hari H masih tetap aman,” pungkasnya. (MMF)


Pos terkait