Mahfud MD Harap di Hari Tenang Pilkada 2020, Jangan Buat Gaduh

  • Whatsapp
IMG 20201206 053352
Menko Polhukam, Mahfud MD.

Inisiatifnews.com Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Prof Mohammad Mahfud MD menyampaikan kepada semua pihak, agar masa tenang Pilkada 2020 mulai tanggal 6 sampai 8 Desember, semua pihak bisa menjaga ketenangan dan tidak membuat gaduh.

Alhamdulillah hari ini Sabtu 5 Desember, kita sudah mengakhiri masa kampanye dan mulai memasuki masa tenang Pilkada serentak. Isilah hari-hari tenang itu, dengan betul-betul membuat ketenangan, tidak membuat kegaduhan,” kata Mahfud MD dalam keterangannya, Sabtu (5/12/2020).

Bacaan Lainnya

Ia minta semua pihak bisa bekerjasama dengan baik, baik itu masyarakat maupun penyelenggara pemilu sehingga bisa melaksanakan proses pemungutan suara di 270 daerah dengan aman dan lancar.

“Persiapkan hari pencoblosan atau pemungutan suara 9 Desember dengan sebaik-baiknya, baik itu penyelenggara, kontestan maupun masyarakatnya,” sambungnya.

Mahfud meminta seluruh masyarakat untuk tetap menjaga situasi yang kondusif jelang pencoblosan.

Apalagi, pilkada serentak yang akan digelar pada tahun ini sangat dikhawatirkan oleh banyak pihak menimbulkan masalah penyebaran COVID-19. Oleh karena itu, Mahfud pun berharap besar agar masyarakat bisa berlaku disiplin dan menjaga protokol kesehatan sebaik-baiknya.

“Untuk masyarakat, untuk rakyat, silakan berikan suara Anda sebanyak-banyaknya karena satu suara Anda akan menentukan masa depan Anda, sekurang-kurangnya menentukan nasib Anda di bawah kepemimpinan selama 5 tahun ke depan,” ujar Mahfud.

Lebih lanjut, Mahfud MD juga mengapresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses pelaksanaan Pilkada 2020 ini. Karena, kata Mahfud, masa kampanye 71 hari ini menurutnya bisa dilalui dengan baik.

“Tolong di hari H, tanggal 9 itu, datang berbondong-bondong ke TPS sesuai dengan jam, jadwal yang sudah ditentukan oleh KPU dan ikuti protokol kesehatan yang ditentukan oleh KPU. Dan jangan membuat keributan,” seru Mahfud MD.

“Biasanya keributan itu terjadi sesudah perhitungan suara dan sebagainya. Semuanya harus berlaku proporsional dan tertib demi kebaikan kita bersama,” tutupnya.

Pos terkait