Menko Polhukam Yakin Pilkada Tak Munculkan Klaster Baru Covid-19

  • Whatsapp
IMG 20201206 053352
Menko Polhukam, Mahfud MD.

Inisiatifnews.com – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD memantau pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) Serentak 2020 bersama Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo.

Dari pemantauannya, pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 berjalan dengan lancar dan sesuai dengan protokol kesehatan.

Bacaan Lainnya

“Alhamdulillah sampai jam 14.00, berjalan baik. Mudah-mudahan tidak ada berita buruk setelahnya,” kata Mahfud MD dalam konferensi pers yang digelar virtual di Graha BNPB, Jakarta, Rabu (9/12).

Hasil monitoring Pilkada Serentak Tim Satgas Covid-19 ini, lanjut Mahfud, menepis kekhawatiran banyak pihak terkait potensi terjadinya klaster baru penyebaran Covid-19.

Artinya, lanjutnya, tak ada perbedaan yang signifikan antara daerah yang melangsungkan Pilkada dengan yang tak ada pelaksanaan Pilkada.

“Sejauh ini tak ada kaitan antara membesarnya angka yang terinfeksi Covid-19 dengan penyelenggaraan Pilkada,” sambung Mahfud.

Satgas Covid-19 memang telah memantau pemungutan suara Pilkada Serentak 2020. Anggota Satgas Covid-19 Dewi Nur Aisyah mengatakan, ada 29 kabupaten/kota dengan risiko tinggi Covid-19, 220 kabupaten/kota risiko sedang, 56 kabupaten/kota risiko rendah, dan 4 kabupaten/kota zona hijau.

Pihaknya dan tim memantau lebih dari 227 ribu orang di 34 ribu titik di 299 kabupaten/kota. Kepatuham pemilih menggunakan masker mencapai 96 persen. Sementara kepatuhan menjaga jarak 91,46 persen.

“Kepatuhan paling tinggi terjadi di Provinsi Sulawesi Tenggara, sedangkan paling rendah di Provinsi Papua. Ada 128.094 pemilih yang ditegur berada di lokasi kerumunan. Untuk ini, paling tinggi Bali pagi, dan Sumatera Utara,” ungkap Dewi.

Selain kepatuhan individu, Satgas Covid-19 juga memantau penerapan protokol kesehatan di tempat pemungutan suara. Hingga saat ini data yang masuk 6.200 TPS di 180 kabupaten kota. Dari jumlah itu, tercatat, 90 persen TPS menyediakan tempat cuci tangan dengan air mengalir dan hampir 90 persen TPS menyediakan hand sanitizer.

Kemudian, 70 persen TPS yang sudah menyediakan media sosialisasi mengingatkan masyarakat untuk patuh protokol kesehatan, seperti spanduk, poster, hingga pengeras suara. Ketersediaan petugas untuk mengingatkan masyarakat di angka 87 persen. “Disinfeksi saat ini 77 persen namun angkanya masih akan terus bertambah,” papar Dewi.

Dewi melanjutkan, ada 91 persen TPS yang sudah menyediakan sarung tangan plastik untuk pemilih dan 92 persen TPS menyiapkan sarung tangan medis untuk petugas. 95 persen petugas menggunakan masker di TPS dan 93 persen memakai face shield. Sedangkan ada 65 persen petugas dengan APD lengkap di TPS. (INI)

Pos terkait