Ini Alasan Pemerintah Ogah Dialog dengan Rizieq

  • Whatsapp
IMG 20201117 002324
Menko Polhukam, Mahfud MD.

Inisiatifnews.com – Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Prof Mohammad Mahfud MD memberikan penjelasan, bahwa sebenarnya sejak awal pemerintah pusat sangat ingin berdialog dengan pihak Habib Rizieq, bahkan sehari sebelum imam besar Front Pembela Islam (FPI) itu mendarat di Indonesia.

“Sebenarnya, malam sebelum MRS (Muhammad Rizieq Shihab -red) mendarat, tanggal 9 November 2020 jam 19.00 WIB, saya mengundang Tim Hukum MRS (Sugito dan Ari),” kata Mahfud MD, Sabtu (12/12/2020).

Bacaan Lainnya

Dengan dialog yang kooperatif tersebut, Mahfud MD mewakili pemerintah sangat ingin ada penyelesaian masalah bersama.

“Saya mengajak diatur silaturrahim di tempat netral untuk berdialog dengan MRS untuk menjaga negara dan umat bersama-sa.a demi kebaikan rakyat dan umat,” ujarnya.

Hanya saja, ajakan positif itu seperti tak direspon dengan baik oleh pendiri ormas FPI itu.

“Tapi apa jawabnya? Hari pertama dia berpidato lantang, Mau rekonsiliasi dengan syarat pemerintah membebaskan terpidana teroris, melepas tersangka tindak pidana dengan nama-nama tertentu,” terang Mahfud.

Dengan kata-kata Habib Rizieq semacam itulah, yang akhirnya membuat pemerintah mengurungkan niat untuk berdialog dengan mertua Habib Hanif Alatas itu.

“Loh, belum silaturrahim sudah minta syarat tinggi. Maka saya tegaskan, Pemerintah tak berencana rekonsiliasi dengan MRS,” tegasnya.

Perlu diketahui, bahwa dalam pidatonya di Petamburan, Habib Rizieq menyatakan akan membuka ruang rekonsiliasi dengan pemerintah, namun ada syarat tertentu yang diajukannya. Antara lain meminta pemerintah membebaskan Abu Bakar Baasyir dan beberapa tokoh kelompoknya yang sampai saat ini masih ditahan.

“Kita siap rekonsiliasi, siap damai, ahlan wasahlan. Tapi bebaskan para habaib dan aktivis kita. Bebaskan Ustaz Abu Bakar Baasyir, Habib Bahar bin Smith, Dr.Syahganda Nainggolan, Anton Permana, Bambang Nur Hidayat. Bebaskan para buruh mahasiswa pelajar yang penuhi ruang tahanan,” ujar Habib Rizieq dikutip dari siaran Front TV dikutip, Kamis (12/11).

Setelah orang-orang yang dinilai tengah dikriminalisasi itu dibebaskan, maka Habib Rizieq siap dialog dengan pemerintah. Mau di mana pun kapan pun sampai berapa dialog dijadwalkan, Habib Rizieq akan siap.

“Pemerintah inginnya apa dari umat dan habaib serta ulama. Mau bicara berjam-jam kita siap. Bukan monolog ya. Nanti kita dengarkan apa keinginan pemerintah dan apa keinginan umat,” jelasnya. [RED]

Pos terkait