Mahfud MD Tegaskan Ulama Diproses Hukum Bukan Kriminalisasi

  • Whatsapp
IMG 20201206 053352
Menko Polhukam, Mahfud MD.

Inisiatifnews.com – Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD membantah tudingan adanya kriminalisasi ulama di Indonesia.

Mahfud menegaskan, ulama berperan mengatur, memimpin, dan mengarahkan kebijakan dari dulu hingga kini di Indonesia.

Bacaan Lainnya

“Tak ada kriminalisasi ulama di Indonesia. Sebab, selain ikut mendirikan Indonesia dulu, saat ini para ulama juga banyak mengatur, memimpin, dan ikut mengarahkan kebijakan di Indonesia,” kata Mahfud MD di Jakarta.

Mahfud pun mencontohkan sejumlah kasus yang oleh sejumlah pihak disebut sebagai kriminalisasi ulama. Padahal jelas, sejumlah nama tersebut diproses hukum lantaran melakukan tindak pidana.

Mahfud mencontohkan kasus Abu Bakar Ba’asyir. Kata Mahfud, Ba’asyir terbukti ll sah dan meyakinkan terlibat tindakan terorisme.

“Dia dijatuhi hukuman ketika ketua Mahkamah Agung dikenal sebagai tokoh Islam, Bagir Manan. Tak mungkin Pak Bagir membiarkan kriminalisasi ulama terjadi. Tak mungkin jika tak ada bukti terlibat terorisme,” tutur Mahfud.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini juga mencontohkan kasus Bahar Bin Smith. Kata Mahfud, dia juga terbukti melakukan penganiayaan. Sementara untuk kasus pentolan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab, penetapan tersangka, juga tak berkaitan dengan politik.

“Tetapi karena terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana,” ujar Mahfud.

Mahfud MD juga menegaskan tidak ada islamofobia dalam pemerintahan di Indonesia. Dikatakannya, pejabat publik, petinggi dan anggota TNI dan Polri sebagian besar, adalah muslim.

“Tidak mungkin orang Islam bisa menjadi pemimpin, menjadi pejabat, TNI, Polisi, jika ada Islamofobia di Indonesia,” pungkas Mahfud. (MMF)

Pos terkait