Presiden Jokowi: KAHMI Berkontribusi Besar bagi Kemajuan Bangsa 

  • Whatsapp
20210115 160340
Presiden Jokowi saat memberikan sambutan dan membuka Rapat Koordinasi Nasional ketiga KAHMI dari Istana Merdeka, Jumat (15/1/), dengan didampingi Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD dan Mensesneg Pratikno. (Foto: Istimewa)

Inisiatifnews.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) berharap agar Korps Alumni Himpunan Mahasiwa Islam (KAHMI) semakin meneguhkan peran dan kontribusinya dalam membangun dan memajukan Bangsa Indonesia, terutama di masa pandemi sekarang ini.

“Kepercayaan besar yang diemban KAHMI tentu saja diikuti harapan yang besar. Harapan berkontribusi besar dalam menghadapi pandemi sekarang ini, berkontribusi besar untuk mengembangkan inovasi bagi kemajuan Indonesia, serta tampil terdepan dalam memperjuangkan Islam Washatiyah dan penanaman nilai-nilai Pancasila,” ujar Presiden Jokowi saat memberikan sambutan dan membuka Rapat Koordinasi Nasional ketiga KAHMI dari Istana Merdeka, Jumat (15/1/), dengan didampingi Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD dan Mensesneg Pratikno.

Bacaan Lainnya

Dalam sepuluh bulan terakhir, lanjut Presiden Jokowi, Indonesia telah berikhtiar untuk mengatasi pandemi Covid-19 dengan langkah-langkah yang ekstra ordinari. Antara lain menangani bidang kesehatan, memberikan perlindungan sosial bagi kelompok masyarakat yang rentan dan miskin, dan memberikan dukungan bagi UMKM serta dunia usaha agar mampu bertahan, tidak terkena PHK dan agar ekonomi bisa bergerak kembali.

Oleh karena itu, Presiden Jokowi berharap KAHMI yang kadernya ada di mana-mana, terus menujukkan peran pentingnya pada bangsa dan negara. Kader KAHMI menurut Jokowi, banyak yang menjadi pengusaha sukses, mengabdi di birokrasi, banyak pula di partai politik.

“Di lembaga negara juga banyak dan dipercayai mengisi banyak tugas-tugas strategis termasuk di jajaran Kabinet Indonesia Maju. Ada Prof Mahfud MD, Prof Muhajir Efendi, ada Pak Zainuddin Amali, ada Pak Syahrul Yasin Limpo, Ibu Siti Nurbaya, ada Pak Sofyan Djalil, ada Pak Suharso Monoarfa, ada adinda Bahlil Lahadalia, dan lain-lainnya,” ujar Jokowi.

Ke-Islaman dan ke-Indonesiaan

Pada kesempatan Rakornas yang dihadiri secara virtual oleh Majelis Wilayah dan Majelis Daerah KAHMI di seluruh Indonesia ini, termasuk dihadiri oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Presiden Jokowi juga menyampaikan terima kasih atas peran besar KAHMI memperkuat pilar-pilar kebangsaan dengan menempatkan ke-Islaman dan ke-Indonesiaan yang saling melengkapi dan meneguhkan.

Hal ini menurutnya telah mengokohkan kesatuan Indonesia yang majemuk, yang mendukung inovasi dan kemajuan Indonesia ke depan.

“Peran KAHMI dalam modernisasi dan moderasi dalam beragama telah dicatat dalam sejarah. Di tahun 1960-an, KAHMI telah berperan sentral dalam kehidupan beragama dan berbangsa yang menjadi jangkar kemajuan dakwah Islam yang rahmatan lil-alamin,” ujarnya.

Peran sentral seperti ini menurut Presiden yang terus diharapkan agar terus diprioritaskan dalam kiprah KAHMI ke depan.

Kehadiran Presiden Jokowi dalam Rakornas KAHMI kali ini diapresiasi oleh Presidium Majelis Nasional KAHMI. Sebelumnya, pada tanggal 12 Januari lalu, Presidium KAHMI yang saat ini dipimpin oleh Viva Yoga Mauladi bersama Ahmad Riza Patria (anggota presidium) dan Herman Khaeron (anggota presidium) juga diterima Jokowi di Istana Bogor dengan didampingi Menko Polhukam Mahfud MD dan Mensesneg Pratikno.

Dalam catatan redaksi, sejak masa reformasi, baru di masa Jokowi ini presiden hadir untuk membuka dan memberikan sambutan pada Rakornas KAHMI, karena kontribusi KAHMI yang tidak kecil dalam membangun dan memajukan bangsa.

“Saya tegaskan kembali, bahwa dengan dukungan ke-Islaman untuk ke-Indonesiaan, dengan modernisasi dan moderasi, dengan kerja keras lewat penguasaan iptek dan inovasi, saya meyakini Insya Allah Indonesia maju bisa cepat kita raih. Saya yakin usaha sampai,”  tandas Jokowi menutup sambutannya. (INI)


Pos terkait