Bantah Tudingan Terlibat Isu Kudeta Demokrat

Mahfud MD: Menko Tak Laku Memberi Restu

  • Whatsapp
mahfud md di masjid istiqlal
Menko Polhukam, Mahfud MD saat menjadi khotib Sholat Jumat di Masjid Istqilal Jakarta pada hari Jumat 29 Januari 2021.

Inisiatifnews.com – Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menepis tudingan yang menyebut dirinya merestui Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko untuk mengkudeta kepemimpinan di Partai Demokrat.

Mahfud mengklarifikasi gosip ini di akun Twitter-nya, @mohmahfudmd. “Ada isu aneh, dikabarkan beberapa menteri, termasuk Menko Polhukam Mahfud MD, merestui Kepala KSP Moeldoko mengambil alih Partai Demokrat dari AHY melalui KLB,” cuit Mahfud, Selasa (2/2).

Bacaan Lainnya

Mahfud merasa aneh mendengar tudingan ini. Apalagi, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini tak pernah bicara soal beginian dengan Moeldoko, ataupun dengan orang lain.

“Terpikir saja tidak, apalagi merestui. Jabatan Menko tentu tak bisa digunakan dan pasti tidak laku untuk memberi restu,” tambah Mahfud.

Mahfud menilai, di era demokrasi yang terbuka dan dikontrol, sulit melakukan kudeta terhadap partai politik.

“Apalagi partai besar seperti PD (Partai Demokrat) bisa dikudeta seperti itu. Yang penting internal PD sendiri solid,” imbau Mahfud.

Sebelumnya, tudingan Mahfud merestui rencana pengambilalihan Partai Demokrat dilontarkan oleh politikus Demokrat Rachland Nashidik melalui akun Twitter @RachlanNashidik.

Dalam kicauannya, Rachland merespons pernyataan Moeldoko yang siap bertanggung jawab atas kabar dugaan penggulingan AHY dari kursi Ketua Umum Demokrat.

“KSP Moeldoko menyatakan aksi memalukan ini tanggungjawabnya sendiri. Tapi dia menyebut Kepala BIN, Kapolri, Menhukham dan Menko Polhukam, bahkan “Pak Lurah” merestui. Para pejabat negara itu perlu juga angkat bicara. Apa iya ini semua tanpa restu “Pak Lurah?” tulis Rachland.

Menjawab kicauan Mahfud, Rachland hanya berterimakasih. “Terima kasih atas klarifikasi ini, Senior,” cuitnya. (INI)


Pos terkait