Erick Thohir Beberkan Strategi Pemulihan Dampak Covid-19 ala Pemerintah

  • Whatsapp
Erick Thohir
Menteri BUMN, Erick Thohir.

Inisiatifnews.com – Ketua Pelaksana Satgas Penanganan Covid-19 sektor ekonomi, Erick Thohir menyampaikan, bahwa pemerintah sudah dan sedang menalankan skema pemulihan nasional karena dampak pandemi COVID-19.

“Sejak awal pemerintah punya tiga program ; Indonesia Sehat, Indonesia Bekerja, Indonesia Tumbuh,” kata Erick Thohir dalam program talkshow di stasiun televisi swatasa Indonesia, Senin (15/2/2021).

Bacaan Lainnya

Kemudian, ia menjelaskan apa itu program Indonesia Sehat. Menurut Erick, program ini adalah upaya stimulus bagi masyarakat untuk melawan penyebaran wabah COVID-19 yang sampai saat ini belum mereda. Stimulus ini dilakukan dengan pemberian vaksinasi dan pembagian bantuan sosial (bansos).

“Dda dua yang penting, satu, vaksinasi yang sudah berjalan saat ini, lainnya (adalah) Bansos. Kita sudah melakukan Bansos itu dari 6 bulan yang lalu dan Alhamdulillah di tahun ini juga berlanjut 6 bulan lagi,” ujarnya.

Kemudian tentang program Indonesia Bekerja, Erick yang juga Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyampaikan hasil arahan dari Presiden Joko Widodo, yakni bagaimana menggenjot industri padat karya lebih masif lagi.

“Makanya kemarin bapak Presiden memutuskan mengumpulkan seluruh menteri, akan program strategis nasional semua sekarang diminta untuk padat karya, ini salah satunya dilakukan,” jelasnya.

Hanya saja, upaya pemulihan dengan program Indonesia Bekerja juga akan menyasar pasar internasional dengan melimpahnya sektor perikanan, pertambangan dan sebagainya.

“Alhamdulillah Indonesia negara kaya, Allah udah pasti kita sumber daya alam yang luar biasa, sekarang kita sedang perlahan-lahan coba membentuk tim juga yang mulai mencari atau memberi kesempatan Indonesia untuk ada pertumbuhan juga di negara lain seperti India dan Cina ini, kan middle-class-nya atau kalangan menengahnya tumbuh. Karena kita punya ikan, punya sarang burung, punya tambang, kita akan coba push ke luar negeri itu untuk menambah hal-hal pemasukan dalam negara ini, karena kan kita sekarang minus sangat banyak,” papar Erick.

Sementara untuk Indonesia Tumbuh, Erick menyebut bahwa tengah ada upaya-upaya keras dari pemerintah untuk melakukan terobosan dengan otioritas investasi di Indonesia.

“Tidak cukup di situ, dengan undang-undang cipta kerja kita akan lakukan yaitu dengan terobosan salah satunya yang sekarang namanya INA, Indonesia investment authority, yang sudah dibentuk, di mana ini unik, kita bersama-sama negara yang tertarik akan pertumbuhan Indonesia kita fokus ke proyek daripada pembangunan Indonesia yang diharapkan bisa membuka lapangan kerja, termasuk investasi langsung di bawah kepala BKPM,” tambahnya.

Ia dan pemerintah di bawah komando Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden KH Maruf Amin bisa menjalankan seluruh program pemulihan nasional akibat pandemi COVID-19 dengan baik.

“Mudah-mudahan Indonesia tumbuh itu terjadi di Tahun 2022. Ini yang kita coba push sekarang,” tutupnya. []

Pos terkait