Mahfud MD: Madrasah Kader NU Perkuat Islam Wasathiyah yang Dikembangkan Pemerintah

  • Whatsapp
IMG 20210219 WA0034
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD saat menjadi narasumber pada Madrasah Kader Nahdlatul Ulama, di Ponpes Al-Fallah, Jakarta, Jumat (19/2).

Inisiatifnews.com – Madrasah Kader Nahdlatul Ulama (MKNU) dapat memberikan pemahaman tentang Islam yang damai toleran, sejuk dan menjadikan Indonesia sebagai sebuah negara yang adaptif terhadap gagasan-gagasan Islam yang dikembangkan oleh pemerintah yaitu Islam Wasathiah.

Hal tersebut ditegaskan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD saat menjadi narasumber pada Madrasah Kader Nahdlatul Ulama, di Ponpes Al-Fallah, Jakarta, Jumat (19/2).

Bacaan Lainnya

“Madrasah kader Nahdlatul Ulama itu penting karena akan memperkuat keislaman dan keindonesiaan. NU punya komitmen total terhadap negara kesatuan Indoensia sebagai negara berdasarkan Pancasila, oleh sebab itu pemerintah mendukung gerakan ini,” ujar Menko Polhukam Mahfud MD di hadapan peserta MKNU angkatan ke-268 ini.

Dalam kesempatan ini, Mahfud juga menegaskan ada tiga pilar membangun Indonesia di dalam Islam, yaitu kesadaran bahwa semua manusia sama, kalimatun sawa (titik temu), dan toleran terhadap perbedaan.

“Tiga pilar membangun Indonesia. Satu, kesadaran bahwa manusia ini sama sehingga bersaudara. Lalu dibangun dari kalimatun sawa, persaudaraan ke Indonesiaan, kemudian toleran terhadap perbedaan, jangan merasa paling benar,” tambah Mahfud MD dalam acara bertema “Membumikan Fikrah dan Harakah Nahdliyyah sebagai Implementasi Moderasi Islam di Jakarta” tersebut.

Menurut mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini, Islam Nusantara jangan disalahkan. Karena Islam masuk ke Indonesia sudah sama dengan yang ada di budaya nusantara. Oleh sebab itu, kalau transformasi Islam seperti NU, Muhammadiyah, dan lain-lain itu dikembangkan dengan baik, maka Islam di Indonesia akan tumbuh subur sebagai Islam pendamai.

“Indonesia juga akan terjaga sebagai negara yang merdeka dan berdaulat,” kata Menteri Pertahanan era Presiden K.H Abdurrahman Wahid alias Gus Dur ini.

Mahfud MD juga menyinggung peran Nahdlatul Ulama yang turut membantu menyelamatkan Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan ideologi Pancasila. Jika ada yang mengganggu NKRI dan ideologi Pancasila, lanjut Mahfud, maka NU akan tampil dengan memberikan dalil-dalilnya bahwa Indonesia sudah kompatibel dengan syariat Islam.

“Oleh sebab itu, Madrasah kader Nahdlatul Ulama seperti ini harus diperbanyak lagi, volumenya harus diperbanyak. Negara pasti akan mendapat keuntungan. TNI, Polri, Pemerintah akan mendapat keuntungan karena akan menambah rasa nasionalisme,” papar Mahfud MD.

“Pesan dari tempat ini, mari Nahdlatul Ulama pelajari dan hayati khittah NU apa yang disebut Islam Nusantara, Islam berdasarkan budaya. Mari bersatu dalam ikatan kebangsaan, membentuk ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, ukhuwah insaniyah,” sambungnya.

Hadir dalam acara tersebut Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta K.H. Samsul Ma’arif, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jakarta Barat, Walikota Jakarta Barat Uus Kuswanto, dan Kapolres Jakarta Barat, Dandim Jakarta Barat, serta para peserta MKNU yang terdiri dari berbagai kalangan seperti DPR, dan aktivis lintas partai. (INI)


Pos terkait