KH Nawawi Sidogiri Wafat, Mahfud MD Kehilangan Ulama Sepuh Kharismatik

  • Whatsapp
20210613 174659
Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Sidogiri, Pasuruan, Jawa Timur KH A Nawawi Abdul Djalil.

Inisiatifnews.com – Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Sidogiri, Pasuruan, Jawa Timur KH A Nawawi Abdul Djalil wafat sekitar pukul 16.40 WIB, hari ini, Minggu (13/6/21). Kiai Nawawi adalah salah satu Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD turut mengabarkan berita duka ini.

Bacaan Lainnya

Mahfud kehilangan sosok kiai kharismatik dari salah satu Ponpes tertua di Indonesia ini.

Innalillah wa innailaihi rajiā€™un. Telah wafat hari ini (13/6) Pengasuh Ponpes Sidogiri Pasuruan KH Nawawi Abdul Jalil. Ulama sepuh yang sangat kharismatik. Ponpes Sidogiri adalah salah satu ponpes tertua di Indonesia dengan puluhan ribu santri dan alumni. Semoga almarhum mendapat surga-Nya,” doa Mahfud MD melalui akun Twitter-nya @mohmahfudmd, Minggu (13/6/21).

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Dakwah dan Ukhuwah yang juga alumni Ponpes Sidogiri, KH M Cholil Nafis juga membenarkan kabar duka ini.

“Innalillahi wainna Ilaihi raji’un. Telah wafat KH A Nawawi bin Abdul Djalil, Pengasuh Pondok Pesantren Sidogri, sekaligus Mustasyar PBNU,” ujar Cholil Nafis.

Dia pun mengajak segenap alumni Sidogiri dan umat Islam sholat ghaib mendoakan almarhum.

Untuk diketahui, Kiai Nawawi melanjutkan kepemimpinan Ponpes Sidogiri sejak tahun 2005. Kiai Nawawi menggantikan KH Abdul Alim bin KH Abdul Jalil, pengasuh sebelumnya yang wafat di tahun yang sama.

Kiai Nawawi membawa Ponpes Sidogiri menjadi model pesantren mandiri melalui pengembangan Baitul Maal wa Tamwil (BMT) Syariah yang tersebar terutama di hampir seluruh kabupaten di Jawa Timur.

Ulama ini juga dikenal sebagai pengasuh yang amat dekat dengan para santri. Kiai Nawawi kerap mengontrol sendiri kamar dan bilik santri pada malam hari. Untuk memantau para santri beribadah dan belajar.

Ponpes Sidogiri didirikan pada 1745 M oleh Sayyid Sulaiman bin Abdurrahman Basyaiban, yang wafat pada 1766 M. Sayyid Sulaiman adalah keturunan keempat Syekh Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati. (INI)

Pos terkait