Menko Polhukam Berduka, Dosen Fisipol UGM Pahlawan Papua, Bambang Purwoko Wafat

  • Whatsapp
20201011 145755
Bambang Purwoko bersama mahasiwa Papua. (Instagram @bambang.purwoko)

Inisiatifnews.com – Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD berduka. Dosen Fakultas Ilmu Sosial Politik Universitas Gadjah Mada (Fisipol UGM) Bambang Purwoko wafat.

Kabar ini disampaikan Mahfud melalui akun Twitter-nya @mohmahfudmd, Rabu (14/7/21). Almarhum sempat membantu Mahfud saat menjadi Anggota Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Intan Jaya beberapa waktu lalu. Almarhum bahkan sempat tertembak oleh teroris Papua saat menjalankan tugasnya di Sugapa, Intan Jaya.

Bacaan Lainnya

Mahfud menyatakan, almarhum wafat Rabu (14/7/21) sekitar pukul 09.45 WIB. Menurut dia, Bambang sosok yang memiliki dedikasi tinggi dan baik terhadap semua orang.

“Inna lillah wa inna ilaihi raji’un. Sahabat saya Bambang Purwoko, Dosen Fisipol UGM yang penuh dedikasi dan selalu bersikap baik kepada semua orang, pagi ini jam 09.45 WIB wafat. Allahumma ighfir lahu warhamhu, laa tahrimna ajrahu wa laa taftinna ba’dahu. Semoga mendapat surga-Nya,” kata Menteri Pertahanan (Menhan) era Presiden Gus Dur ini.

Bambang wafat setelah beberapa hari berjuang melawan Covid-19 dan mendapatkan perawatan di ruang Intensif Care Unit (ICU), Rumah Sakit Sardjito, Yogyakarta.

Bambang tak berdaya melawan virus yang menyerangnya beberapa hari terakhir, hingga membuat detak jantungnya melemah. “Iya, Pak Bambang meninggal positif Covid-19,” kata¬†Wakil Rektor UGM bidang Kerja Sama dan Alumni Paripurna Sugarda.

Diakuinya, Bambang merupakan adalah pahlawan untuk Papua. UGM merasakan kehilangan yang amat besar. “Beliau pahlawan Papua. Di UGM beliau merupakan Ketua Pokja Papua,” ungkapnya.

Pernah Tertembak Di Intan Jaya

Untuk mengingatkan, pada 2020 lalu, Bambang membantu Mahfud MD menjadi salah satu dari 30 anggota Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Intan Jaya untuk mengungkap meninggalnya Pendeta Yeremia Zanambani pada September 2020 lalu.

TGPF Intan Jaya sendiri adalah tim khusus bentukan Mahfud yang dipimpin Benny Mamoto. Tim ini terdiri dari tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, hingga akademisi.

Bambang ditunjuk menjadi salah satu anggota Tim Investigasi Lapangan yang langsung terjun ke lokasi, yakni di Sugapa, Hitadifa, Intan Jaya, Papua. Bambang bersama rombongan terjun langsung ke lokasi untuk melihat dan mencari fakta.

Tim ini mulai bekerja Oktober 2020 lalu. Bambang berangkat ke Intan Jaya dan melakukan sejumlah investigasi termasuk mendatangi keluarga Yeremia. Usai bertemu dengan keluarga Yeremia, rombongan Bambang yang hendak berangkat ke tempat peristirahatan diadang dan diberondong oleh sejumlah orang teroris Papua. Bambang dan seorang anggota TNI tertembak. Beruntung keduanya diselamatkan dan langsung dievakuasi ke RSUD Sugapa.

Sosok Yang Dekat Dengan Papua

Bambang Purwoko adalah Dosen Departemen Politik dan Pemerintahan, Fakultas llmu Sosial dan Ilmu Politik UGM. Sarjana llmu Pemerintahan diperoleh Bambang Purwoko dari UGM (1983) setelah setahun sebelumnya memeroleh gelar Sarjana Pendidikan Fisika dari lKlP Yogyakarta (1987).

Bambang Purwoko memperoleh Graduate Diploma of Development Studies dari Murdoch University (1995), dan Masters of Arts di bidang llmu Politik dari The University of Western Australia. Saat ini sedang menyelesaikan Program Doktor Ilmu Politik di Universitas Gadjah Mada.

Sejak tahun 1997, ia aktif melakukan penelitian, pendampingan, serta advokasi kebijakan di provinsi Papua dan Papua Barat, khususnya untuk bidang politik lokal, otonomi daerah, birokrasi, tata kelola pemerintahan, dan pemberdayaan masyarakat.

Saat ini, ia menjabat sebagai Kepala Pusat Pengembangan Kapasitas dan Kerjasama (PPKK) Fisipol UGM sejak 2008, dan menjadi Ketua Gugus Tugas Papua Universitas Gadjah Mada sejak 2013.

Bambang aktif menjadi pembicara seminar dan konferensi terkait isu-isu Papua, menulis buku ataupun hasil penelitian tentang politik pemerintahan dan pembangunan di wilayah kabupaten Puncak, Puncak jaya, Nduga, Intan jaya, Raja Ampat, Biak Numfor, Boven Digul, Sorong, Sorong Selatan, Mappi dan lain-lainnya. Buku terbaru yang diterbitkan adalah Desentralisasi Radikal: Ikhtiar Pengembangan Wilayah Imekko Sorong Selatan. lfada Publishing. 2017.

Nampak dari akun Instagram-nya, @bambang.purwoko kerap memposting foto bersama warga Papua dan memberikan pelatihan kepada anak muda Papua baik di Yogyakarta maupun di Papua. (INI)

Pos terkait