Kepada Para Dubes, Menko Polhukam Ingatkan Papua Dibangun dengan Dialog

  • Whatsapp
mahfud md
Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD saat webinar bertajuk Ekonomi dan Politik, Pandemi Sebagai Momentum Perubahan Kebijakan Ekonomi Pro Pemerataan, yang diselenggarakan Lembaga MMD Initiative, di Jakarta, Sabtu (26/6/21).

Inisiatifnews.com – Menteri Koordinador Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD kembali menegaskan, pembangunan di Papua dilakukan melalui pendekatan kesejahteraan dan dialog.

“Terhadap isu Papua, pemerintah melakukan pendekatan penanganan yang mengedepankan kesejahteraan secara komprehensif di semua aspek. Dan dalam menghapi separatisme, pemerintah mengedepankan dialog, dan untuk KKB dilakukan penegakan hukum,” tegas Mahfud.

Bacaan Lainnya

Hal ini ditegaskan Menko Polhukam Mahfud MD saat Dialog Virtual bersama Kementerian Luar Negeri serta dihadiri Kedutaan Besar Republik Indonesia di Asia Pasifik, Amerika dan Eropa, serta perwakilan RI di Afrika, Kamis (15/7).

Mahfud menyatakan, dirinya cukup intens dialog dan bertemu dengan tokoh Papua. Baik tokoh agama, tokoh masyarakat, pemerintah daerah serta pimpinan DPR Papua. Menurutnya, semua mendukung Papua dibangun dengan damai.

Namun, lanjut Mahfud, selain memperkuat pendekatan kesejahteraan dan kedamaian, keamanan masyarakat Papua dari ancaman terorisme juga harus dijamin negara dengan sebaik-baiknya.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini menambahkan, posisi konstitusional Papua sebagai bagian sah dari NKRI dan sesuai dengan hukum internasional dalam Majelis Umum PBB Nomor 2504.

Dalam kesempatan ini, selain mendapatkan arahan dari Menko Polhukam dan Menteri Luar Negeri, para duta besar juga mendapatkan paparan perkembangan tentang Papua oleh pimpinan BIN, Polri, BNPT, dan PPATK.

Mendengar paparan Menko Polhukam dan beberapa pejabat terkait, Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Selandia Baru, Tanthowi Yahya mengapresiasi inisiatif Menko Polhukam Mahfud MD. Dia berharap dialog seperti ini dilakukan secara rutin.

“Kami juga mengapresiasi pada upaya-upaya yang dilakukan Pak Menko Polhukam untuk menjelaskan ke publik soal Papua menjadi satu pintu. Karena selama ini terlalu banyak pintu yang menyampaikan kebijakan soal Papua,” ujar Dubes Tantowi.

Tantowi juga mengingatkan pemerintah tentang narasi Papua, agar persoalan Papua tidak dijelaskan dengan narasi menggelontorkan uang yang banyak. Tetapi dengan menyentuh isu utamanya yakni soal keadilan, perlakuan, dan penegakan HAM.

Sementara Dubes Andri Hadi dari Brussels, Belgia menyampaikan, semua negara di Eropa mendukung pemerintah Indonesia dalam hal kebijakan tentang Papua.

Menjawab berbagai masukan beberapa saran dan masukan Dubes RI, Menko Polhukam menegaskan, forum dialog ini memang untuk menyamakan persepsi tentang penanganan Papua.

“Saya gembira tanggapan dari para Dubes sangat baik. Masukan dari para Duta Besar sangat bermanfaat buat pemerintah, akan kita olah dan tindak lanjuti,” pungkas Menteri Pertahanan era Presiden Gus Dur ini. (INI)

Pos terkait