Mahfud MD Cerita Kerap Dinasehati Gus Dur Dengan Jenaka

  • Whatsapp
IMG 20210907 WA0025
Mahfud MD, Inayah Wahid, dan Jaya Suprana saat proklamasi Hari Humor Nasional yang digelar Institut Humor Indonesia Kini (IHIK3) dan Perhimpunan Pencinta Humor (PERTAMOR), Selasa (07/09/21).

Inisiatifnews.com – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD didapuk sebagai tamu kehormatan acara proklamasi Hari Humor Nasional yang digelar Institut Humor Indonesia Kini (IHIK) dan Perhimpunan Pencinta Humor (PERTAMOR), Selasa (07/09/21).

Pada acara proklamasi ketawa yang disingkat Proketawa ini, Mahfud bercerita saat dirinya menjadi Menteri Pertahanan Kabinet Persatuan Nasional, dia sering mendapat nasehat Presiden Gus Dur dengan cara jenaka.

Bacaan Lainnya

“Gus Dur itu kadangkala memberi nasehat dan mengekpresikan sesuatu dengan humor dan orang tidak marah,” cerita Mahfud MD.

Mahfud MD mengaku dirinya sering meminta nasehat Gus Dur saat bimbang dalam mengambil keputusan. Gus Dur pun selalu menasehatinya dengan humor dan cara-cara yang jenaka.

Acara proklamasi Hari Humor Nasional yang digagas Jaya Suprana ini, bertepatan dengan hari lahir Presiden Indonesia Keempat KH. Abdurrahman Wahid alias Gus Dur.

Yasser Fikry sebagai pemandu acara mempersilahkan putri sulung Gus Dur Inayah Wahid membacakan teks proklamasi Hari Humor Nasional atau Proklamasi Ketawa dengan kalimat yang unik dan jenaka.

“Proklamasi Ketawa disingkat Proketawa, kami bangsa Indonesia yang katanya ramah, yang katanya bersatu, yang katanya beradab, yang katanya sangat toleran, menyatakan bahwa hahahaha adalah Hak Asasi Manusia selama hahahaha itu berlandaskan humor. Karena hahahaha yang tidak berlandaskan humor adalah upaya penyelewengan terhadap hahahaha, sedangkan hahahaha tanpa sebab adalah kegilaan,” demikian petikan teks naskah Proketawa yang dibacakan oleh Inayah.

Inayah yang mewarisi kejenakaan Gus Dur ini mampu memecah tawa para undangan yang hadir secara virtual.

“Barang siapa mencintai Gus Dur niscaya hidupnya jenaka dan barang siapa yang tidak mencintai Gus Dur maka tidak kenapa-kenapa. Bersamaan dengan ini saya menyatakan, 7 September 2021 sebagai Hari Humor Indoensia. Demikian jika ada satu bahasa yang dipahami semesta, bahasa itu pasti bahasa tawa. Semoga bisa kita hahahahakan bersama,” tutur Inayah melanjutkan membaca teks Proketawa.

Sementara itu, KH. Mustofa Bisri atau Gus Mus yang juga hadir dalam kesempatan ini menjelaskan, akhir-akhir ini di Indonesia berbagai ujaran kebencian banyak bertebaran di media sosial. Hal tersebut berpotensi membuat imunitas masyarakat Indoensia menurun secara drastis.

“Hari humor ini mari kita mulai mencoba menolong saudara-saudara kita, meningkatkan imunitas mereka. Menurut saya, humor ini bisa meningkatkan imunitas. Begitu kita tersenyum secara agama kita dapat pahala, secara sosial kita bisa menyenangkan orang lain. Dan secara pribadi dapat meningkatkan imunitas kita,” ungkap Gus Mus.

Gus Mus pun menceritakan sosok Gus Dur dur yang tidak hanya dikenal sebagai intelektual, kiai dan presiden. Tetapi juga dikenal sebagai sososk yang humoris.

Di penghujung acara, panitia penyelenggara menganugerahkan penghargaan kepada beberapa seniman dalam berbagai kategori dari Anugerah Sibarani, Arwah dan Suprana. (INI)

Pos terkait