Azis Syamsuddin Resmi Tersangka KPK

  • Whatsapp
azis syamsuddin
Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK dalam kasus suap perkara di Lampung Tengah.

Jakarta, Inisiatifnews.com – Wakil Ketua DPR RI, Azis Syamssudin telah resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Politisi Partai Golkar ini diduga menyuap mantan penyidik KPK, AKP Stepanus Robin Pattuju sekitar Rp3,1 miliar dari komitmen awal Rp4 miliar.

Bacaan Lainnya

Ketua KPK Firli Bahuri mengatakan, bahwa kasus ini berawal ketika Azis menghubungi Stepanus pada Agustus 2020. Ketika itu, Azis meminta tolong untuk mengurus kasus yang melibatkan dirinya dan mantan Ketua PP Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Aliza Gunadoyang.

Kasus yang menyeret Azis ini tengah diselidik oleh KPK. Stepanus kemudian menghubungi rekannya yang merupakan seorang pengacara bernama Maskur Husain untuk ikut mengawal dan mengurus perkara itu.

Menurut Firli, Maskur meminta kepada Azis dan Aliza masing-masing menyiapkan uang sejumlah Rp2 miliar. Stepanus juga menyampaikan hal serupa kepada Azis.

“SRP [Stepanus] juga menyampaikan langsung kepada AZ [Azis] terkait permintaan sejumlah uang dimaksud dan kemudian disetujui oleh AZ,” kata Firli dalam jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Sabtu (25/9) dini hari.

Firli mengatakan Maskur diduga meminta uang muka terlebih dahulu sejumlah Rp300 juta kepada Azis. Stepanus pun menyerahkan nomor rekening Maskur kepada Azis.

“Sebagai bentuk komitmen dan tanda jadi, Azis dengan menggunakan rekening bank atas nama pribadinya diduga mengirimkan uang sejumlah Rp200 juta ke rekening bank Maskur secara bertahap,” ujarnya.

Lebih lanjut, Firli menyebut Stepanus kembali menemui AZ di rumah dinasnya di Jakarta Selatan. Ia diduga kembali menerima uang secara bertahap dari Azis, yakni US$100 ribu, Sin$17.600, dan Sin$140.500.

Menurut jenderal polisi bintang tiga itu, uang-uang tersebut ditukarkan oleh Stepanus dan Maskur ke money changer menjadi pecahan rupiah dengan menggunakan identitas pihak lain.

“Sebagaimana komitmen awal pemberian uang dari AZ kepada SRP dan MH sebesar Rp4 miliar, yang telah direalisasikan baru sejumlah Rp3,1 miliar,” katanya.

Ancaman penjara 5 tahun

Dengan ditetapkannya Azis Syamsuddin sebagai tersangka, Aziz terancam pidana lima tahun penjara dalam kasus dugaan korupsi pemberian hadiah atau janji terkait penanganan perkara di Kabupaten Lampung Tengah.

Aziz disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

Pasal 5 UU Tipikor berbunyi, “Dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 5 tahun dan atau pidana denda paling sedikit Rp50 juta dan paling banyak Rp250 juta.”

Sedangkan Pasal 13 UU Tipikor berbunyi, “Setiap orang yang memberi hadiah atau janji kepada pegawai negeri dengan mengingat kekuasaan atau wewenang yang melekat pada jabatan atau kedudukannya, atau oleh pemberi hadiah atau janji dianggap melekat pada jabatan atau kedudukan tersebut, dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 tahun dan atau denda paling banyak Rp150 juta.”

Pos terkait