Khutbah Di Istiqlal & Kunjugi Terowongan Silaturrahmi, Mahfud Sampaikan Pesan Keadilan dan Persatuan

IMG 20220128 WA0026
Menko Polhukam Mahfud MD ditemani Imam Besar Masjid Istiqlal KH. Nasaruddin Umar berkeliling di area masjid dan menelusuri Terowongan Silaturrahmi antara Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral, Jakarta Pusat, Jumat (28/01/22).

Inisiatifnews.com – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menjadi pengisi khutbah Jumat di Masjid Istiqlal Jumat (28/1).

Sebelum menuju ruangan utama masjid, Mahfud yang membawa para pejabat utama Kemenko Polhukam silaturrahmi lebih dulu dengan Imam Besar Masjid Istiqlal KH. Nasaruddin Umar, di ruangan Sekretariat Masjid.

Bacaan Lainnya

Dalam khutbahnya yang bertajuk Menegakkan Keadilan Hukum sebagai Refleksi Amanah Keadilan Tuhan, Mahfud MD mengajak para jemaah untuk berlaku adil dan menegakkan keadilan hukum.

Mahfud menyatakan, salah satu bentuk sikap dan prilaku taqwa adalah menegakkan keadilan hukum. Seruan agar berbuat adil ini penting karena berbuat adil itu harus sengaja diniatkan dan dilaksanakan oleh manusia dengan sikap dan tindakan, bukan dibiarkan mengalir sendiri.

“Hal ini penting diingat karena sampai sekarang masih ada yang mengatakan bahwa manusia tidak bisa berbuat adil karena keadilan itu hanya bisa dilakukan oleh Allah. Pernyataan tersebut jelas salah karena di dalam Al Qur’an dan Sunnah Nabi banyak perintah kepada manusia dan amanah untuk berbuat adil dan menegakkan keadilan. Jadi menurut Islam menegakkan keadilan adalah salah satu tugas manusia untuk mewujudkan ketaqwaan kepada Allah,” ungkap Mahfud dalam khutbahnya.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini memaparkan, jika mengacu kepada ajaran Islam, adil itu seringkali dikaitkan dengan sikap dan perlakuan sama, seimbang, dan proporsional dalam berbagai lapangan kehidupan.

Kalau dikaitkan dengan kehidupan berbangsa di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) maka dalam membuat dan melaksanakan hukum, harus memasukkan dan mengimplementasikan nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, kebersatuan, permusyawaratan, dan keadilan sosial.

Usai Jumatan, Menko Polhukam ditemani Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar berkeliling di area masjid sambil menelusuri Terowongan Silaturrahmi Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral.

“Terowongan ini menjadi contoh hidup bertetangga antar satu tempat ibadah yang satu dengan yang lain. Terowongan ini menjadi ikon kebersamaan, nantinya dilengkapi di dalamnya kita bisa melihat sejarah toleransi Indonesia. Informasi bahwa Indonesia bisa menjadi contoh bahwa kita bisa hiidup berdampingan antara dua rumah ibadah,” ucap KH. Nasaruddin Umar.

Menurut Mahfud, terowongan ini adalah lambang penting, simbol persatuan, persaudaraan, dan keberagaman masyarakat Indonesia.

“Alhamdulillah ini salah satu lambang penting untuk kita membangun kerukunan, kebersatuan dalam keberbedaan. Untuk jangka panjang, dakwah membangun Indonesia yang memiliki kebersatuan dalam keberagaman dan kebersamaan,” tandas Mahfud. (INI)

Pos terkait