Muannas Bandingkan Kasus Sugi Nur-Refly Harun dengan Galih Ginanjar-Pablo Benua

  • Whatsapp
Muannas Alaidid
Muannas Alaidid.

Inisiatifnews.com – Praktisi hukum, Habib Muannas Alaidid menilai bahwa Refly Harun yang merupakan pemilik akun channel Youtube yang menampilkan ujaran kebencian Sugi Nur Raharja kepada ormas Nahdlatul Ulama (NU) perlu diseret juga ke ranah hukum.

Ia melihat kasus ini sama dengan yang terjadi antara Galih Ginanjar. Di mana Pablo Benua dan Rey Utami yang mengunggah video Galih tentang “ikan asin” juga ikut dijebloskan ke dalam penjara.

Bacaan Lainnya

“Sebagai contoh kasus ‘ikan asin’, tidak hanya Galih Ginanjar sebagai narsum, tapi pemilik kanal Youtube Pablo Benua dan Rey Utami ditangkap dan ditahan,” kata Muannas, Minggu (25/10/2020).

Kemudian di dalam kasus klaim jamu COVID-19 Hadi Pranoto di channel milik musisi Anji. Walau kasus tersebut sampai saat ini masih bergulir.

“Hadi Pranoto – Anji, keduanya juga dilaporkan masih proses,” ujarnya.

Ia memandang bahwa sangat aneh proses hukum jika polisi hanya menyasar Sugi Nur saja, sementara pemilik akun Youtube yang menjadi produsen dan distributor konten tidak disentuh sama sekali.

“Tentu aneh kalau hanya Sugi sebagai narsum tanpa Refly Harun sebagai pemilik kanal Youtube,” tandasnya.

Karena apapun dalihnya, Refly Harun juga menjadi orang yang sangat bertanggungjawab, lantaran ujaran kebencian yang dilontarkan oleh Sugi Nur dilakukan di properti milik Refly dan dilakukan dengan kesadaran penuh.

“Kalau Sugi Nur diproses hukum karena pernyataannya dikanal Youtube itu, sulit rasanya tanpa memproses pemilk akunnya Refly Harun. Keduanya sama-sama dilarang baik mensiarkan maupun menyebarkan,” sambungnya.

Muannas berharap agar Bareskrim Mabes Polri bertindak adil dalam penegakan hukum.

Equality before the law,” tutup Muannas. []

PHP Dev Cloud Hosting

Pos terkait