Muannas Harap Pengendara Moge Aniaya TNI Tak Diberi Penangguhan Penahanan

  • Whatsapp
Penganiayaan
Ilustrasi.

Inisiatifnews.com – Praktisi hukum, Habib Muannas Alaidid memgapresiasi sikap tegas Polri yang melakukan proses hukum terhadap para pengendara motor gede Harley Owners Group (HOG) Siliwangi Bandung Chapter yang menganiaya 2 (dua) anggota TNI aktif.

“Tegas,” kata Muannas, Minggu (1/11/2020).

Bacaan Lainnya

Ia berharap tidak ada penangguhan penahanan terhadap para “abang jago” tersebut.

“Proses dan jangan ada penangguhan atau pengalihan tahanan,” ujarnya.

Ia tak bisa membayangkan, jika seandainya para pengemudi Moge arogan itu sampai berani menghajar para perwira TNI aktif, bagaimana jika bertemu dengan masyarakat sipil, tindakan anarkisme semacam itu menurut Muannas sangat mungkin terjadi.

“Bayangkan anggota TNI aja bisa mereka perlakukan seperti ini, bagaimana sipil ?,” tandasnya.

Perlu diketahui, bahwa dua orang anggota TNI telah menjadi korban aksi pengeroyokan yang dilakukan oleh oknum pengendara motor Harley-Davidson, pada Jumat, 30 Oktober 2020.

Kejadian tersebut dialami Serda Mistari dan Serda Yusuf saat melintas di Jalan Dr. Hamka, Kelurahan Tarok Dipo, Kecamatan Guguk Panjang, Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, sekitar pukul 16.40 WIB.

Atas insiden yang menimpa kedua TNI yang berpangkat Serda tersebut, polisi telah menetapkan empat orang sebagai tersangka, yakni berinisial BS (18), MS (49), HS alias A (48), dan JAD alias D (26).

Penetapan tersangka ini dibenarkan oleh Kapolres Bukittinggi AKBP Dody Prawiranegara. Ia menyebut bahwa penetapan tersangka ini didasari dari rekaman video yang ada di tempat kejadian.

“Tersangka atas nama inisial HS alias A melakukan pemukulan terhadap korban Mistari sebanyak 3 kali berdasarkan keterangan dari saksi Angga (rombongan HOG) dan dikuatkan dengan video yang kita dapat dari CCTV toko di TKP,” ujarnya.

Tersangka diancam 7 tahun penjara

Sementara itu, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sumatera Barat, Kombes Pol Stefanus Satake menyebut, bahwa para tersangka diancam pasal berlapis.

“Pasal yang kita persangkakan Pasal 170 junto Pasal 351 KUHP dengan ancaman tujuh tahun penjara,” kata Stefanus.

Saat ini, keempat tersangka sudah ditahan di Rutan Polres Bukittinggi untuk proses hukum lebih lanjut. []

PHP Dev Cloud Hosting

Pos terkait