Mahfud Tegaskan Pemerintah Tak Hukum Pendemo, Tapi Perusuh

  • Whatsapp
mahfud md
Menteri koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD.

Inisiatifnews.com – Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menegaskan bahwa pemerintah tidak anti terhadap demonstrasi.

Faktanya, tidak ada para pengunjuk rasa bahkan pimpinan demonstran yang ditangkap karena melakukan pengerahan massa yang ditangkap oleh aparat. Kecuali ketika mereka terindikasi melakukan pelanggaran hukum.

Bacaan Lainnya

“Kalau sekarang tokoh-tokoh demonstrannya kan tidak (ditangkap), kecuali kalau ada indikasi dan bisa ditunjukkan kepada masyarakat bahwa ini lho ada indikasi pelanggaran hukum, kerusuhan dan sebagainya,” kata Mahfud MD dalam wawancara dengan Ade Armando di CokroTV, Rabu (4/11/2020).

Ia pun menunjuk beberapa nama tokoh demonstran yang sering menyampaikan kritikannya terhadap pemerintah secara keras, termasuk para pimpinan buruh seperti KSPI dan KSPSI yang mengerahkan massa untuk menyampaikan ketidaksepakatannya terhadap kebijakan pemerintah saat ini. Dan semuanya tidak ada yang ditangkap.

“Lihat sekarang tokoh yang demo habis-habisan seperti Said Iqbal, Andi Gani, enggak diapa-apakan juga. Orang ngomong keras seperti siapa saja, Asfinawati, Arifin Mochtar, LBH, ICW semua ngomong enggak diapa-apain,” ujarnya.

“Yang diapa-apain itu yang membawa langkah-langkah penggunaan hak demokratisnya diembel-embeli pelanggaran hukum,” sambungnya.

Menteri Pertahanan era Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu menegaskan jika alasannya hanya sekedar mengerahkan massa untuk melakukan demonstrasi, maka orang yang paling mungkin ditangkap dana aksi penolakan terhadap UU Cipta Kerja adalah Said Iqbal selaku Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI).

“Kalau hanya demonstrasi memimpin dan menggerakkan buruh lalu ditangkap, ya menurut saya orang yang pertama kali ditangkap harusnya Said Iqbal karena dia terang-terangan (menyatakan) kita akan demo tanggal sekian dengan sekian puluh ribu orang, demonya di sini dan di sana, (nyatanya) enggak diapa-apakan tuh Said Iqbal, dan Andi Gani, dan banyak lagi itu yang pimpin-pimpin demo,” papar Mahfud.

Sementara bagi mereka yang melakukan aksi dengan tindakan anarkisme hingga merusakan fasilitas umum dan fasilitas pemerintah, maka mereka pasti akan ditindak secara hukum.

“Yang kita apa-apakan itu mereka yang melakukan rencana-rencana, tindakan-tindakan kekerasan. Siapa yang bantah ada pembakaran halte bus di Sarinah itu, ada kantor polisi dibakar,” tandasnya.

“Yang begitu-begitu kalau tidak ditindak ya salah, karena negara ini menjaga keamanan dan ketertiban,” tutup Mahfud. [RED]

PHP Dev Cloud Hosting

Pos terkait