KORONA WATCH Harap KPK Panggil Ali Mochtar Ngabalin Soal Kasus Edhy Prabowo

  • Whatsapp
Fadli Rumakefing
Ketua Korupsi Nasional Watch (KORONA Watch), Fadli Rumakefing.

Jakarta, Inisiatifnews.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Menteri KKP Edhy Prabowo sebagai tersangka dalam kasus ijin ekspor benur pada OTT di Bandara Internasional Soekarno Hatta beberapa waktu lalu.

Ketua Korupsi Nasional Watch (Korona Watch), Fadli Rumakefing menyoroti penangkapan tersebut. Menurut Fadli, dalam penangkapan OTT KPK terhadap Edhy Prabowo dan rombongannya masih ada yang menganjal. Di mana Tenaga Ahli Utama KSP yakni Ali Mochtar Ngabalin tidak juga ikut ditangkap oleh KPK.

Bacaan Lainnya

“Padahal jelas dalam keterangan yang di sampaikan Ali Mochtar Ngabalin pada saat diwawancarai Najwa Shihab di acara Mata Najwa. Di mana dengan tegas Ali Mochtar Ngabalin mengatakan bahwa dia tahu benar dari mulai start, apa yang dibicarakan, ketemu dengan siapa, siapa-siapa saja yang ikut dia mengetahui itu,” kata Fadli dalam keterangannya, Rabu (2/12/2020).

Jika ada pengakuan semacam itu dari Ali Mochtar Ngabalin, Fadli mempertanyakan mengapa KPK tidak melakukan pemeriksaan terhadap mantan politisi Partai Golkar itu.

“Lantas mengapa KPK tidak menangkap sinyal itu untuk menggali keterangan dan bukti baru dalam kasus ijin ekspor benur ini,” tandasnya.

Demi mengungkap kasus ini secara benderang, ia pun meminta kepada KPK untuk segera meminta keterangan utuh dari Ali Mochtar Ngabalin terkait dengan kasus yang saat ini menjerat Edhy Prabowo.

“KPK harus bertindak cepat, terbitkan Surat Perintah Penyelidikan terhadap Ali Mochtar Ngabalin terkait kasus ijin ekspor benur yang telah menyeret Menteri KKP dan beberapa orang lainnya,” tuntut Fadli.

Terakhir, ia pun berharap besar agar KPK tidak terkesan tebang pilih dan pilih-pilih target operasi saja.

“Harapan kami, KPK dapat menunjukan taringnya tanpa memandang bulu, dan jangan sampai ada intervensi kekuasaan terhadap lembaga antirasuh dalam kasus ini. Sebab ada indikasi banyak orang yang terlibat dalam kasus ijin ekspor benih lobster,” tutupnya. []


Pos terkait