Ustadz Maaher At-Thuwailibi Resmi Ditahan Polisi

  • Whatsapp
maaher at thuwailibi
Soni Eranata alias Maaher At-Thuwailibi saat ditangkap tim Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Mabes Polri pada hari Kamis (3/12/2020) pukul 04.00 WIB.

Inisiatifnews.com – Penyidik Bareskrim Mabes Polri resmi menahan tersangka kasus ujaran kebencian di media sosial, Ustadz Maaher At-Thuwailibi alias Soni Eranata.

Kebijakan penahanan ini dilakukan mulai hari ini hingga selama 20 hari ke depan.

Bacaan Lainnya

Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Argo Yuwono membenarkan informasi terkait penahanan ini. Ustadz bernama asli Soni Eranata resmi mendekam di sel tahanan Rutan Salemba Cabang Bareskrim Mabes Polri, Jakarta Selatan.

“(Sudah) Di tahan,” kata Argo saat dihubungi wartawan, Jumat (4/12/2020).

Sementara itu, Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Awi Setiyono memastikan bahwa Ustadz Maaher telah menjalani rapid tes COVID-19. Selanjutnya Ustadz Maaher akan diperiksa oleh penyidik.

“Terkait hasil swab belum dapat laporan nanti akan kami tanyakan. Tapi yang jelas protab sudah dilaksanakan oleh penyidik setiap sekali lakukan penangkapan pasti dilakukan protokol kesehatan. Mulai Dilakukan rapid kemudian protokol kesehatan ketat pakai masker, jaga jarak itu sudah dilaksanakanan,” sebut Awi.

Perlu diketahui, bahwa Maaher dilaporkan dalam kasus dugaan penghinaan dan pencemaran nama baik terhadap tokoh ulama nasional yakni Habib Luthfi bin Yahya di akun Twitter pribadinya.

Sementara itu, pihak kuasa hukum pelapor Soni Eranata yang juga sebagai Ketua Umum Cyber Indonesia, Habib Muannas Alaidid berharap besar, agar proses hukum yang dijalani Soni Eranata alias ustadz Maaher At-Thuwailibi bisa memberikan pelajaran yang baik bagi siapapun.

“Semoga ini bisa jadi pembelajaran bagi banyak pihak, khususnya bagi mereka yang berdakwah, baik itu para ustadz, kiai, habib dan lainnya,” kata Muannas, Kamis (3/12).

Karena dalam menyampaikan dakwah, seharusnya para dai, ulama, ustadz maupun habaib benar-benar bisa menghadirkan akhlak Nabi Muhammad SAW sebagai suri tauladan yang sempurna.

“Berikan dakwah itu kepada umat dengan cara-cara yang berakhlak. Khususnya Nabi diturunkan di muka bumi untuk menyempurnakan akhlak,” imbuhnya. []

Pos terkait