Muannas Alaidid Sarankan Habib Rizieq Penuhi Panggilan Polisi

  • Whatsapp
muannas
Ketua Umum Cyber Indonesia, Muannas Alaidid.

Inisiatifnews.com – CEO Cyber Indonesia, Habib Muannas Alaidid mendoakan untuk kesehatan pendiri Front Pembela Islam (FPI) Habib Muhammad Rizieq bin Husein bin Shihab (HRS).

“Semoga HRS selalu diberikan kesehatan dan dimudahkan segala ikhtiarnya. Bahwa tujuan hidup manusia di dunia ini adalah sebaik-baik manusia yang memberi manfaat dan kebaikan bagi orang lain,” kata Muannas, Senin (7/12/2020).

Bacaan Lainnya

Kemudian, ia juga menyebut bahwa Indonesia adalah negara hukum, di mana di mata hukum, setiap warga negara memiliki hak dan kewajiban yang sama.

“Karena semua sama di mata hukum, tidak ada urusan soal gelar tinggi, keturunan hebat, berstatus sebagai habaib. Tidak ada yang spesial karena hukum berlaku sama,” ujarnya.

Karena menurut perspektif Muannas, hukum bak seperti Tuhan, di mana setiap manusia memiliki kewajiban untuk taat tanpa memandang latar belakang mereka, melainkan karena ketaatan sebagai hamba maupun warga negara yang baik.

“Hukum itu seperti Allah, menilai orang bukan karena penampilan, bukan karena wajah, bukan karena keturunan, tapi karena ketakwaan kepada Allah,” imbuhnya.

Oleh karena itu semua, praktisi hukum ini pun meminta dan menyarankan agar Habib Rizieq memenuhi saja panggilan Polisi, apalagi pemanggilan kali ini sudah menjadi pemanggilan kedu.

“HRS sebaiknya hadiri panggilan itu tanpa membawa umat atau massa, tunjukkan kepada umat bahwa ketertiban, kedisiplinan, merupakan bagian juga dari ibadah kepada Allah seperti yang disampaikan oleh HRS sendiri,” tandasnya.

Apalagi kata Muannas, pemanggilan kali ini Habib Rizieq dalam kapasitas sebagai saksi dalam kasus pelanggaran protokol kesehatan di acara Maulid Nabi dan pernikahan pada hari Sabtu 14 November 2020 lalu.

“Polisi hanya minta keterangan, saya jamin tidak ada penahanan apalagi ancaman maksimal 1 tahun soal kerumunan,” ujar Muannas.

Lebih lanjut, politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ini berharap agar Habib Rizieq menanamkan perspektif positif bahwa ia datang ke Polda Metro Jaya adalah untuk memenuhi panggilan hukum, bukan sekedar panggilan Polisi semata.

“Maka untuk, itu saya akan penuhi panggilan hukum, ingat bukan panggilan polisi, tapi panggilan hukum,” ucapnya.

Karena ia khawatir jika sampai hari ini Habib Rizieq tidak mengindahkan lagi panggilan polisi, surat panggilan ketiga akan diterbitkan, dan konsekuensinya adalah penjemputan paksa.

“Karena kalau sampai tidak didatangi 1x dan 2x, maka hukum yang perintahkan agar yang bersangkutan dijemput paksa, karena polisi itu hanya alat atau perangkat negara. Semoga semua tidak terjadi,” tutupnya.

Perlu diketahui, bahwa berdasarkan nomor surat S.Pgl/8821/XII/2020/Ditreskrimum tertanggal 2 Desember 2020, Ditreskrimum Polda Metro Jaya telah memanjadwalkan pemeriksaan terhadap Habib Rizieq Shihab untuk kedua kalinya. Ia diagendakan untuk memenuhi panggilan penyidik pada hari ini 7 Desember 2020 pukul 10.00 WIB. Hanya saja, sampai berita ini diturunkan, belum terlihat batang hidup Habib Rizieq di Polda Metro Jaya. [NOE]

Pos terkait