Habib Rizieq Datangi Polda Metro Jaya Pagi Ini

  • Whatsapp
IMG 20201212 061859
Pendiri FPI, Habib Rizieq Shihab.

Inisiatifnews.com – Pemimpin FPI, Habib Rizieq Shihab (HRS) menyatakan untuk mendatangi undangan Polda Metro Jaya hari ini, Sabtu (12/10) pagi.

Menurutnya, selama ini dirinya tidak pernah mangkir dan lari dari panggilan pihak kepolisian.

Bacaan Lainnya

“Saya tidak pernah lari, saya tidak pernah lari dan tidak pernah sembunyi,” ujar dia dalam pernyataanya melalui chanel Lembaga Dakwah TV (LDTV) produksi Front TV, Sabtu (12/12/2020) dini hari.

Dirinya menjelaskan, alasan tidak pernah mangkir, sembunyi ataupun lari dari panggilan Polda Metro Jaya adalah karena telah mengutus pengacara untuk mendatangi penyidik di Polda Metro.

Kata dia, pada Selasa (1/12) lalu, ketika ada panggilan pertama, dia mengirim pengacara untuk menyampaikan surat secara resmi dan meminta penundaan panggilan.

Dari permintaan itu, kata dia, ada kesepakatan jika pemenuhan panggilan bisa diundur ke pekan depan setelah panggilan pertama, tepatnya Senin (7/12).

Namun, saat seharusnya panggilan kedua dilakukan, kondisi pemulihan dirinya mengharuskan agar ada penambahan sedikit waktu.

“Dan lagi-lagi saya tidak mangkir, saya kirim pengacara dan bertemu ke penyidik. Kita sampaikan surat dan permohonan itu diterima (lagi) dengan baik,” tambahnya.

Dirinya mengapresiasi peran dari penyidik Polda Metro menyoal itu. Terlebih, ketika ada kesepakatan untuk kedua kalinya itu, agar pemenuhan panggilan dilakukan pada 14 Desember. “Dan itu menjadi komitmen saya,” ucapnya.

Di waktu yang sama, ketika sedang melakukan pemulihan pada 7 Desember itu, dirinya mendengar kabar mengejutkan mengenai penembakan enam laskar FPI. Walaupun, dirinya mengakui, jika hal tersebut tidak ada sangkut pautnya dengan alasan pemanggilannya.

Dia melanjutkan, kabar mengejutkan tak sampai di sana. Pada 10 Desember, kabar penetapan tersangka juga ia nilai diluar dugaan.

“Setelah Kamis saya dinyatakan tersangka, Jumat pagi kita kirimkan pengacara, dan Alhamdulillah ada pertemuan, lalu ditanyakan oleh pengacara saya, apa komitmen sebelumnya batal?” tanya dia.

Sekali lagi, pendiri FPI itu menyatakan bahwa dirinya pantang lari dari perkara hukum.

“Karena kita ini ustadz, da’i. Tidak layak kalau kami membatalkan perjanjian atau komitmen. Alhasil, kami minta dibuatkan surat keterangan tersangka, tapi kami tidak pernah terima. Kelihatannya penyidik keberatan buat surat itu,” ungkap dia.

Perlu diketahui, bahwa Habib Rizieq Shihab telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Ditreskrimum Polda Metro Jaya pada hari Kamis 10 Desember 2020.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus menegaskan tidak akan lagi memanggil Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab terkait kerumunan di Petamburan, Jakarta Pusat pada Sabtu 14 November 2020

Hal tersebut disampaikan bahwa Polisi akan melakukan penangkapan terhadap Habib Rizieq Shihab yang sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Kombes Yusri Yunus juga mengatakan, sejatinya polisi telah menjelaskan kalau Habib Rizieq tak memenuhi panggilan polisi dalam kasus kerumunan hajatan anaknya di Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, saat menjadi saksi. Ada dua panggilan yang dilayangkan polisi ke Habib Rizieq. Tapi, dia tak pernah memenuhi panggilan polisi.

“Saudara MRS (Muhammad Rizieq Shihab -red) panggilan saksi pertama tidak datang, panggilan saksi kedua tidak datang, kemarin saya tegaskan Polda Metro Jaya akan melakukan penangkapan terhadap MRS,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus di Polda Metro Jaya, Jumat (11/12) kemarin.

Dalam kasus ini, Rizieq telah ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat dengan Pasal 160 KUHP dan Pasal 216 KUHP.

Selain Rizieq, lima orang lain turut ditetapkan sebagai tersangka. Mereka adalah Haris Ubaidillah selaku ketua panitia, Ali bin Alwi Alatas selaku sekretaris panitia, Maman Suryadi selaku Panglima FPI dan penanggung jawab keamanan, Sobri Lubis selaku penanggung jawab acara, dan Habib Idrus selaku kepala seksi acara.

Baca Juga: Mencengangkan, Honor Arya Saloka Pertamakali Main Film Ternyata Hanya Puluhan Ribu Rupiah

Untuk kelima tersangka ini, polisi menerapkan Pasal 93 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan. []

Pos terkait