Ditanya Perasaan 4 Pengancamnya Ditangkap Polisi, Mahfud MD : Itu Urusan Aparat

  • Whatsapp
IMG 20201117 002324
Menko Polhukam, Mahfud MD.

Inisiatifnews.com – Menteri Koordinator bidag Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Prof Mohammad Mahfud MD ditanya oleh salah satu netizen tentang bagaimana perasaannya usai mendapatkan kabar 4 (empat) orang pengancamnya dibekuk polisi.

Mahfud mengatakan bahwa ia tidak dalam posisi sedih maupun bahagia. Karena persoalan ujaran kebencian dan seruan ancaman yang dilakukan oleh oknum masyarakat sejatinya domain aparat penegak huku,

Bacaan Lainnya

“Tidak sedih ataupun senang. Itu urusan aparat,” kata Mahfud MD, Minggu (13/12/2020).

Namun begitu, Mahfud sendiri mengaku heran mengapa seruan itu dilakukan oleh orang-orang yang ada di Pasuruan, Jawa Timur. Ia menduga bahwa orang-orang tersebut sebetulnya hanya ingin mengadu-domba dirinya dengan masyarakat Pamekasan, di mana ia berasal.

“Cuma catatan saya, semuanya orang Pasuruan, tapi kok mengancam saya kalau pulang ke Pamekasan Madura. Sekilas mereka ingin mengadu domba antara saya dengan orang Madura,” ujarnya.

Ia menyerahkan sepenuhnya proses penegakan hukum itu kepada aparat Kepolisian, dan ia sebagai pejabat tinggi negara tak ingin melakukan intervensi apapun terhadap sikap Polda Jawa Timur yang menangani kasus tersebut.

“Mungkin juga masih ada lagi yg diburu oleh aparat,” tandasnya.

Perlu diketahui, bahwa Ditreskrimsus Polda Jawa Timur telah menangkap 4 (empat) orang tersangka dalam kasus ujaran kebencian terhadap Mahfud MD. Ujaran itu disampaikan dalam sebuah video yang dibuat dan disebarkan di berbagai media sosial.

Keempat tersangka tersebut antara lain ;
1. Muchammad Nawawi atau Gus Nawawi (38) Warga Dusun Warungdowo Selatan, Pohjentrek, Pasuruan;
2. Abdul Hakam (39), warga Dusun Krajan, Grati, Pasuruan;
3. Moch Sirojuddin (37) warga Dusun Krajan, Grati, Pasuruan;
4. Samsul Hadi (40) warga Dusun Rembang, Grati, Pasuruan.

Berdasarkan keterangan dari direktur Reskrimsus Polda Jawa Timur, Kombes Pol Gidion Arif Setyawan, bahwa konten yang dibuat mereka ada adalah ancaman pembunuhan terhadap Mahfud MD.

“Yang diancam adalah Prof Mahfud Md. Diancam kalau pulang (ke Pamekasan) akan digorok, artinya sifatnya sangat personal dan tidak layak dijadikan konten YouTube,” kata Gidion saat rilis di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya, Minggu (13/12).

Penangkapan terhadap keempat tersangka ini berasal dari dua laporan polisi yang berbeda. Awalnya, pihaknya hanya menetapkan Gus Nawawi karena telah memberikan ancaman melalui Channel YouTubenya di akun Amazing Pasuruan.

Dan dari penelusuran secara siber, akhirnya ada tiga tersangka lain yang ikut menyebarkan hal ini melalui media sosialnya.

Atas perbuatannya, keempat tersangka ini, dijerat UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) Pasal 27 ayat (4) Jo Pasal 45 ayat (4) dan/atau Pasal 28 ayat (2) Jo Pasal 45 ayat (2) dan Pasal 14 ayat (1) UU No. 1 Tahun 1946. []

Pos terkait