FPI Resmi Polisikan Haikal Hassan

  • Whatsapp
Haikal Hassan
Juru bicara PA 212, Haikal Hassan. [foto : Inisiatifnews]

Inisiatifnews.com – Sekjen Forum Pejuang Islam (FPI) Husin Shahab resmi melaporkan pemilik akun twitter @wattisoemarno dan ustadz Haikal Hasan ke Polda Metro Jaya.

Pelaporan ini dilakukan pada hari Senin, 14 Desember 2020. Dan dari laporan tersebut, telah terbit bukti pelaporan dengan surat bernomor LP / 7433 / XII / YAN/25 / 2020 / SPKT PMJ, tanggal 14 Desember 2020.

Bacaan Lainnya

Upaya hukum yang ditempuh oleh FPI tersebut merupakan bagian dari respon klaim petinggi Persaudaraan Alumni 212 (PA 212) Haikal Hassan yang mengaku telah bertemu dengan Rasulullah dalam sebuah ceramah kematian 6 orang laskar FPI yang dimakamkan di Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat beberapa waktu yang lalu itu.

Menurut Husin Shahab, pelaporan terhadap Haikal Hassan dan pemilik akun Twitter tersebut dilakukan agar tidak menjadi preseden buruk bagi siapapun oknum masyarakat lainnya yang justru mempergunakan klaim mimpi ketemu Rasulullah untuk disalahgunakan demi kepentingan pribadi atau kelompok dalam konteks politik tertentu.

“Jangan disederhanakan hanya soal mimpi, bila dibiarkan ini akan jadi preseden buruk disalahgunakan untuk kepentingan kelompok dan pribadi, nanti besok-besok ada orang-orang ngaku ketemu nabi, dibisikin rasul, dan sebagainya. Bahaya, tak ada jaminan tidak terulang, maka perlu efek jera melalui proses hukum,” kata Husin Shahab dalam keterangannya yang diterima Inisiatifnews.com, Selasa (15/12/2020).

Untuk menghindari chaos di kalangan masyarakat dengan klaim-klaim Haikal Hassan itu, Husin berharap sang ustadz tersebut bisa mempertanggungjawabkannya.

“Silahkan nanti Haikal Hasan buktikan,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua FPI Gus Muhammad Rofi’i Mukhlis dalam kesempatan yang sama menyampaikan, bahwa sah-sah orang mengklaim bertemu dengan Rasulullah di dalam mimpi. Karena dalam keyakinan umat Islam, orang-orang tertentu memiliki kesempatan untuk bertemu dengan Nabi Muhammad SAW.

Hanya saja, jika merujuk para ulama-ulama terdahulu, ia menyebut bahwa mereka lebih memilih untuk menghindari fitnah.

“Siapapun bisa bertemu Rasulullah termasuk lewat jalur mimpi. Tetapi sebagian ulama-ulama terdahulu memilih diam untuk menghindari fitnah, tidak pernah cerita kalau dia didatangi Rasulullah. Karena takut jadi fitnah,” kata Gus Rofi’i.

“Memangnya Haikal ini merasa lebih hebat dari ulama tawaddlu dan berilmu itu ?,” imbuhnya.

Dalam laporannya, tim dari FPI menyerahkan beberapa bukti, antara lain berupa 1 (satu) lembar screenshot, 1 (satu) unit flasdisk berisi link URL dan konten video.

Haikal Hassan dan pemilik akun Twitter @wattisoemarno tersebut disangka melakukan pelanggaran terhadap Pasal 28 ayat 2 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE dan atau Pasal 156 huruf a KUHP dan atau Pasal 14-15 UU Nomor 1 Yahun 1956 tentang Peraturan Hukum Pidana. []

Pos terkait