Sebut Menag Baru Mau Gebuk Islam, Said Didu Minta Maaf

  • Whatsapp
akurat 20190514032026 3a6f7i
Muhammad Said Didu.

Inisiatifnews.com – Mantan sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Muhammad Said Didu memberikan klarifikasinya terhadap kicauannya sebelumnya yang kini telah ia hapus.

Di mana Said Didu menyebut bahwa Menteri Agama yang baru pilihan Presiden Joko Widodo seolah disiapkan untuk menggebuk Islam.

Bacaan Lainnya

“Sehubungan dengan adanya penafsiran terhadap mention saya yang mengomentari pernyataan pak Qodari yang saya baca di Media, bahwa “presiden butuh Menag yang keras kepada kelompok islam tertentu” yamg saya komentari bahwa terima kasih infonya bahwa Bapak Presiden membutuhkan Menag seperti itu,” tulis Said Didu, Rabu (23/12/2020) malam.

Ia merasa bahwa kicauannya itu dimaknai beberapa orang sebagai konten yang menyinggung suku, ras, agama dan antar golongan (SARA), maka ia pun akhirnya menghapus kicauan tersebut.

“Karena mention saya tersebut ditafsirkan seakan menuduh seseorang dan bermuatan SARA, maka dalam waktu tidak terlalu lama mention saya tersebut saya hapus demi kebaikan bersama. Saya sama sekali tidak menuduh siapapun dalam mention saya tersebut, apalagi Bapak Menag Yaqut Choli Qoumas,” jelasnya.

Menurut Said Didu, diksi “menggebuk” yang ada di dalam kicauannya itu banyak disalahartikan oleh beberapa kalangan.

“Saya menyadari bahwa sepertinya ada kesalahan pengertian kata “menggebuk” dalam mention saya tersebut walau saya sudsh berikan tanda kutip. Maksudnya adalah meluruskan secara hukum. Dan karena kesalahan tersebut maka beberapa waktu kemudian twit saya tersebut saya hapus. Sekali lagi saya mohon maaf,” tandasnya.

Ia pun meminta maaf secara terbuka kepada semua pihak yang merasa tersinggung dengan kicauannya tersebut di Twitter.

“Atas kesalahan tersebut, jika ada pihak merasa tersinggung dengan mention saya tersebut (yang saya sudah hapus beberapa waktu setelah saya tulis), saya mohon maaf. Terima kasih,” tutupnya.

Sebelumnya, Said Didu mengomentari sebuah tweet seseorang yang memantion konten berita tentang komentar pendiri IndoBarometer, Muhammad Qodari tentang pemilihan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas (Gus Yaqut) oleh Presiden Jokowi hasil reshuffle.

Di mana Qodari menyebut, bahwa Gus Yaqut adalah sosok yang keras terhadap kelompok Islam tertentu. Konteks inilah yang langsung direspon oleh Said Didu dengan substansi yang sangat jelas, bahwa seolah Presiden ingin menggebuk Islam.

“Terima kasih atas penjelasan Mas Qodari. Akhirnya kami tahu bahwa Bapak Presiden inginkan Menag untuk “menggebuk” Islam. Sekali lagi terima kasih,” tulis Said Didu mengomentari tweet @_Banyoe.

Karena kicauan inilah, Said Didu akhirnya dilaporkan ke Bareskrim Mabes Polri oleh seorang warga bernama Wawan. Laporan tersebut tertuang di dalam LP / B / 0719 / XII / 2020 / BARESKRIM tertanggal 23 Desember 2020.

Pos terkait