Kejati Banten Tetap Tahan Tersangka Kredit Fiktif Walau Kembalikan Uang Rp1,06 Miliar

  • Whatsapp
IMG 20210106 WA0003
Foto : Bahroji

Inisiatifnews.com – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten resmi melakukan penahanan terhadap tersangka berinisial KA, eks kepala cabang (Kacab) Tangerang untuk Bank Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), terkait dengan kasus kredit fiktif senilai Rp 8,7 miliar, meski tersangka mengembalikan sisa kerugian negara Rp 1 miliar dan Rp 60 juta.

“Disamping melakukan proses penahanan kami juga berupaya mengembalikan kerugian keuangan negara. Sore hari ini kita berhasil mengamankan Rp 1 miliar Rp 60 juta dari sebagian kerugian keuangan negara tersebut,” kata Kepala Kejati Banten, Asep Nana Mulyana di Jalan Serang-Pandeglang, Selasa (5/1/2021).

Bacaan Lainnya

Nana menambahkan, penahanan KA dilakukan setelah pihaknya menahan DAW yang mengajukan kredit fiktif ke bank BUMD Jabar oleh perusahaan PT DAS dan PT CR masing-masing Rp 4,5 dan Rp 4,2 miliar tahun 2015. Ia ditahan di rutan Pandeglang sebelum menjalani proses persidangan.

Asep mengungkapkan, uang Rp 1 miliar lebih itu adalah uang yang tersangka terima dari kongkalikong bersama tersangka DAW saat mengajukan kredit fiktif ke bank. Sementara tersangka mengakui menerima hanya senilai tersebut. KA mengakui menerima dan mengembalikan uang, sementara Rp 1 miliar 60 juta.

Pihak Kejati Banten tidak menutup kemungkinan memeriksa pihak lain atas kasus kredit fiktif ini. Termasuk istri dari tersangka DAW yang terdaftar sebagai pemilik PT CR yang juga mengajukan kredit.

Kasus ini bermula dari kredit yang diajukan PT DAS milik DAW ke bank BUMD Jabar dengan menggunakan surat perintah kerja sama fiktif senilai Rp 4,5 miliar. DAW juga menggunakan istrinya untuk kredit serupa yang menjabat sebagai direktur utama PT CR dengan plafon Rp 4,2 miliar pada 2015.

Dari penyidikan, diketahui bahwa KA, selain kepala cabang bank BUMD Jabar juga merupakan komisaris di dua perusahaan tersebut. Ia tahu persis bagaimana PT DAS dan PT CR yang mengajukan kredit tidak memiliki pekerjaan serta perjanjian dengan Pemkab Sumedang, namun meloloskan kredit itu.

“DAW mengajukan kredit tidak hanya satu perusahaan tapi dua, yaitu PT DAS dan CR. Kami akan dalami kedua perusahaan tersebut, tim masih bekerja baik pertanggungjawaban pidana dan pengembalian,” tutur Asep.

Tersangka KA juga tidak memerintahkan bank memverifikasi lapangan atas proyek fiktif di Pemkab Sumedang itu. Antara pejabat bank dan pihak swasta saling bersepakat dan kongkalikong untuk melakukan pembobolan. [OJI]


Pos terkait