Polda Nilai Penyidikan pada Rizieq Sesuai Prosedur

  • Whatsapp
PN Jaksel
Acara sidang gugatan praperadilan di PN Jakarta Selatan antara Tim Advokat Habib Rizieq dengan Polri. [foto : Inisiatifnews.com]

Jakarta, Inisiatifnews.com – Kepala Bidang Hukum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Hengki menyatakan bahwa proses penyidikan yang dilakukan terhadap Habib Muhammad Rizieq bin Husein bin Shihab sudah sesuai dengan prosedur yang ada.

“Kami melaksanakan proses penegakan hukum terutama direktorat tindak pidana umum Polda Metro Jaya itu sudah sesuai dengan aturan berdasarkan profesional, transparan dan akuntabel,” kata Kombes Pol Hengki usai menghadiri gugatan praperadilan Tim Advokat Habib Rizieq di Pengadilan Jakarta Selatan, Selasa (5/1/2021).

Bacaan Lainnya

Ia menyatakan bahwa Kepolisian sudah memiliki alasan yang sangat kuat untuk melakukan proses hukum terhadap tersangka kasus penghasutan dan penyelenggara kerumunan di Petamburan atasnama Mohammad Rizieq alias Habib Rizieq Shihab itu.

Bahkan ia menyatakan siap mengadu barang bukti di persidangan sebagai bahan uji formil tentang keabsahan mereka melakukan proses penyidikan terhadap eks imam besar Front Pembela Islam (FPI) itu.

“(Soal video), itu masalah materinya ya, itu dari pihak mereka menyatakan keberatan itu, kami juga punya bukti-bukti yang ada,” terangnya.

Di dalam persidangan yang digelar di ruang sidang utama PN Jakarta Selatan, pihak termohon gugatan praperadilan yakni pihak Kepolisian, dalam hal ini tim Polda Metro Jaya sebagai termohon satu, tim kuasa hukum menjelaskan bahwa ada sebuah video yang dijadikan alat bukti bahwa Habib Rizieq telah melakukan tindakan penghasutan untuk melakukan aksi kerumunan di Petamburan, yakni dengan menghadiri Maulid Nabi dan pernikahan putrinya atasnama Syarifah Najwa binti Shihab.

“Ajakan tersebut dilakukan saudara Muhammad Rizieq pada saat kegiatan maulid di Tebet Utara Jakarta Selatan, sebagaimana link www.youtube.com dengan judul peringatan Maulid Majelis Taklim Al Afaf yang diunggah pada tanggal 14 November 2020 melalui channel Youtube Front TV,” sebut isi materi termohon.

Atas dasar materi seruan di dalam video yang disebut-sebut menjadi salah satu alat bukti oleh tim penyidik dari Direktorat Keamanan Negara (Kamneg) Ditreskrimum Polda Metro Jaya tersebut, akhirnya disebut menjadi dasar mengapa insiden di Jalan KS Tubun, Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat pada hari Sabtu 14 November 2020 terjadi pelanggaran protokol kesehatan.

“Maka, Sabtu 14 November 2020 di Jalan KS Tubun, Kelurahan Petamburan, Kecamatan Tanah Abang, Jkarta Pusat, terjadi kerumunan masyarakat yang tidak mematuhi penyelenggaraan tentang Kekarantinaan Kesehatan,” sebutnya lagi. []


Pos terkait