6 Laskar FPI Tews, Komnas HAM Bantah Temukan Pelanggaran HAM Berat

  • Whatsapp
Taufan Damanik
Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik. [foto : Inisiatifnews]

Inisiatifnews.com – Ketua Komisioner Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik menyatakan bahwa pihaknya tidak menemukan adanya indikasi pelanggaran HAM berat dalam kasus tewasnya 6 orang laskar FPI di KM 50 Jalan Tol Jakarta – Cikampek pada tanggal 7 Desember 2020 dini hari lalu.

“Kami tidak temukan ada indikasi ke arah itu yang disebut pelanggaran HAM berat. Karena pelanggaran HAM berat itu memiliki kreteria,” kata Taufan Damanik saat menggelar konferensi persnya di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Kamis (14/1/2021).

Bacaan Lainnya

Salah satu indikasi kasus pelanggaran HAM berat adalah ketika rangkaian proses kejadian tersebut terdapat adanya unsur perintah khusus dari pimpinan sebuah organisasi atau kelembagaan untuk melakukan kejahatan penghilangan nyawa seseorang.

“Indikator, jadi ada satu rangkaian operasi, perintah terstruktur, komando dan sebagainya. Dan itu tidak kami temukan,” jelasnya.

Oleh karena itu, Taufan Damanik bersama jajarannya memberikan kesimpulan bahwa memang ada pelanggaran HAM di dalam kasus tewasnya 6 laskar FPI, namun bukan dalam kategori pelanggaran HAM berat, sehingga proses hukum peradilan pidana dianggap lebih relevan ditempuh.

“Maka kami berkesimpulan ini sebagai pelanggaran HAM karena ada nyawa yang dihilangkan, maka kami sarankan ada pengadilan pidana yang kami indikasikan sebagai adanya unlawful kil,” ujarnya.

Pun demikian, ia pun meminta agar proses peradilan terhadap kasus ini bisa disiarkan secara terbuka dan semua kalangan berhak untuk mengaksesnya.

“Komnas harap nanti ada proses hukum yang akuntabel, transparan, seluruh publik bisa menyaksikan. Peradilan itulah yang nanti bisa memutuskan apa yang sesungguhnya terjadi dalam sebuah kejadian peristiwa,” tandasnya. []


Pos terkait