Eks Kepala BAIS Minta Kejagung Tuntaskan Kasus ASABRI

  • Whatsapp
IMG 20210125 174643
Mantan Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI, Laksda (Purn) Soleman B Ponto.

Inisiatifnews.com – Mantan Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI, Laksda (Purn) Soleman B Ponto meminta agar Kejaksaan Agung (Kejagung) mengungkap tuntas orang-orang yang terlibat di dalam kasus PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ASABRI) tanpa pandang bulu.

“Kalaupun memang mereka orang besar (Pejabat Tinggi Di TNI-Red) harus mempertanggungjawabkan, dan bahkan hukumannya harus lebih berat karena mengorbankan prajuritnya,” tegas Soleman B Ponto, Senin (25/1/2021).

Bacaan Lainnya

Purnawirawan TNI Angkatan Laut (AL) itu menilai, bahwa orang-orang yang menyalahgunakan kewenangannya di ASABRI telah merusak budaya TNI yang patuh terhadap pimpinan dan atasannya.

“Kita berasumsi bahwa pimpinan tersebut tidak akan berbuat jelek terhadap anak buahnya,” jelas Ponto.

Dengan kejadian ASABRI ini, ia menyebut telah memunculkan budaya yang bertolak belakang dengan budaya TNI yang menuntut agar terbuka.

“Saya sebagai purnawirawan kecewa. Hak prajurit hilang dan budaya di militer hilang. Orang yang harus kita hormati tapi tidak terhormat, hilang, yang seharusnya melindungi dan membina malah kita dihisap darahnya,” tambah Ponto.

oleh karena itu, Ponto menekankan kepada Kejaksaan Agung (Kejagung) agar membuka kasus tersebut secara terang benderang, agar kasus ASABRI tak terulang lagi serta tidak melukai para prajurit dan purnawirawan.

Selain itu Ponto menyarankan kepada pemerintah agar terus melakukan kontrol terhadap PT ASABRI dengan lebih ketat lagi dan profesional.

“ASABRI harus Tbk, sehingga masyarakat dan anggota tahu kemana dan untuk apa dana yang dikelola oleh ASABRI,” ungkap Ponto lagi.

Seperti diketahui Kejaksaan Agung melalui Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung menerbitkan Surat Perintah Penyidikan (Spindik) perkara dugaan korupsi dalam pengelolaan keuangan dan dana investasi oleh PT Asuransi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia/PT Asabri (Persero) periode tahun 2012-2019.

Surat Perintah Penyidikan ditandatangani oleh Direktur Penyidikan Febrie Adriansyah atas nama Jampidsus. Sprindik Nomor: Print-01/F.2/Fd.2/01/2021 tertanggal 14 Januari 2021 tersebut memerintahkan beberapa orang jaksa penyidik untuk melakukan penyidikan perkara dugaan korupsi di manajemen PT Asabri.

Jaksa Agung, ST Burhanuddin mengatakan ada kesamaan antara kasus Asabri dan Jiwasraya. Burhanuddin menyebut dugaan calon tersangka di kasus Asabri ada kemiripan dengan kasus Jiwasraya.

“Dugaan calon tersangka dulu ya, calon tersangka itu hampir sama antara Jiwasraya dengan Asabri. Jadi kenapa kami diminta untuk menangani, karena ini ada kesamaan, kemudian dan kami tentunya sudah memetakan tentang permasalahan ini,” kata Burhanuddin dalam jumpa pers di kantornya, Jalan Sultan Hasanuddin, Jakarta Selatan, Selasa (22/12) tahun lalu. []


Pos terkait