Tangkap Pelaku Rasisme ke Natalius Pigai

  • Whatsapp
natalius pigai
Natalius Pigai.

Inisiatifnews.com – Direktur Charta Politika Indonesia, Yunarto Wijaya menilai bahwa secara politik, dirinya memang banyak berbeda dengan Natalius Pigai.

Namun, ia sangat tidak membenarkan ketika ada orang-orang yang merasa bersebarangan dengan sikap politik justru melancarkan aksi rasisme.

Bacaan Lainnya

“Secara politik saya lebih banyak berbeda sikap dan pandangan, tapi terkait tindakan rasis seperti ini, kita semua harus kutuk keras ketololan postingan Ambroncius Nababan ini,” kata Yunarto, Minggu (24/1/2021).

Agar kasus tersebut tidak menjadi preseden buruk di kemudian hari, ia pun mendorong agar pelaku rasisme tersebut bisa ditindaklanjuti secara hukum.

“Pihak Polri harus menindaklanjuti, hal ini menurut saya,” terangnya.

Selain Yunarto, Ketua Umum Cyber Indonesia Habib Muannas Alaidid juga menyampaikan hal senada. Ia menyampaikan bahwa perbedaan pandangan tidak bisa dijadikan dalil untuk membenarkan melakukan penghinaan terhadap orang lain, apalagi dalam konteks rasisme.

“Mesti kita tidak sepaham dan sejalan dengan Natalius Pigai, tak boleh rasisme dibiarkan di negeri kita,” kata Muannas.

Ia juga menyebut bahwa kasus rasisme bisa langsung diproses oleh Kepolisian tanpa adanya aduan dari masyarakat terlebih dahulu.

“Rasisme bukan delik aduan, sebaiknya pelaku langsung ditangkap mesti tanpa ada laporan masyarakat,” ujarnya.

Muannas menyebut ada pasal-pasal yang bisa digunakan oleh Polri untuk menjerat para pelaku rasisme tersebut.

“Ada pasal 28 ayat 2 ITE, pasal 4b angka 2 UU Nomor 40 tahun 2008 dan pasal 156 KUHP,” tandasnya.

Kemudian, politisi Partai Demokrat asal Papua, Muhammad Rifai Firdaus juga memberikan respon terhadap postingan Ambroncius Nababan yang dianggapnya melanggar hukum itu.

“Stop rasisme. Apa yang dilakukan oleh Prof Yusuf L Henuk dan Drs. Ambroncius Nababan di medsos terhadap Natalius Pigai adalah bentuk rasisme,” kata Rifai.

Ketua Umum DPP KNPI 2015-2018 itu menanti proses hukum yang diambil oleh Polri terhadap kasus rasisme tersebut.

“Kita akan lihat peran dan janji Kapolri yang baru apakah hukum masih tajam ke bawah dan tumpul ke atas?,” tandasnya.

Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) mengingatkan kepada masyarakat luas untuk tidak menghina orang lain apalagi dengan sebutan binatang. Sekalipun, ada sesuatu yang tidak disepakati terhadap sikap orang tersebut.

“Kalau Anda tak suka dengan statement atau tudingan seseorang yang Anda anggap ngaco, tak usahlah menghinanya dengan cacian atau gambar hewan,” tutur Mahfud MD, Minggu (24/1).

Jika memang ada yang tidak sependapat dari orang tersebut dan tidak bisa menjaga diri dari menghinanya dengan umpatan binatang, maka sebaiknya diam saja.

“Diamkan saja,” ujarnya.


Pos terkait