Cyber Indonesia Sayangkan Sikap Pengacara Syahganda Walk Out di Persidangan

  • Whatsapp
habib husin alwi shahab
Foto : Istimewa.

Inisiatifnews.com – Ketua Cyber Indonesia, Habib Husin Alwi Shahab menyayangkan sikap pengacara Syahganda Nainggolan yang melakukan aksi walk out dari persidangan karena diduga tak hormati protokol kesehatan. Akibatnya, agenda pemeriksaan terhadap saksi tersebut ditunda.

“Penasehat hukum Syahganda kami duga tidak mau mematuhi protokol kesehatan di persidangan dengan cara walk out dan tidak mengindahkan kebijakan majelis Hakim di persidangan terkait protokol kesehatan Covid-19,” kata Habib Husin kepada wartawan, Kamis (28/1/2021).

Bacaan Lainnya

Padahal menurutnya, persoalan protokol kesehatan saat ini sangat penting termasuk dalam agenda proses peradilan di Indonesia yang sampai saat ini masih berstatus pandemi.

Kemudian, ia juga menyampaikan bahwa sudah ada juga Surat Edaran (SE) Mahkamah Agung Nomor 1 Tahun 2020 mengenai protokol kesehatan Covid-19 sesuai asas Solus Populi Suprema Lex Esto, yaitu keselamatan rakyat merupakan hukum tertinggi.

“Ada Peraturan Mahkamah Agung Nomor 4 Tahun 2020 Tentang Administrasi dan Persidangan Perkara Pidana di Pengadilan Secara Elektronik yang mengatur tentang tata cara persidangan bahwa saksi memberikan keterangan di kantor Penuntut Umum,” imbuhnya.

Bagi Habib Husin, seharusnya tidak akan mengurangi esensi dari persidangan ketika seorang peserta sidang hadir melalui virtual. Apalagi situasi pandemi COVID-19 di Indonesia juga masuk dalam tahap yang cukup mengkhawatirkan, di mana angka positif sudah berada ada 1 juta kasus lebih.

“Kok malah mereka mau menentang aturan yang telah dibuat oleh negara, ini kan gak bener, bisa memicu korban Covid lebih banyak lagi, sikap arogan mereka seolah-olah negara ini hanya milik mereka tanpa mau mempertimbangkan kepentingan umum,” ujarnya.

Kuasa hukum Syahganda walk out dari persidangan

Perlu diketahui, bahwa pengacara Syahganda Nainggolan atasnama Alkatiri mengajukan keberatan untuk melanjutkan sidang dengan agenda pemeriksaan saksi. Para pengacara petinggi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) tersebut serentak walk out karena saksi tidak dihadirkan di ruang sidang di Pengadilan Negeri (PN) Depok, Jawa Barat, Kamis (28/1).

Sekedar diketahui pula, bahwa majelis hakim dan pengacara Syahganda hadir langsung di ruang sidang. Sedangkan Jaksa Penuntut Umum (JPU), saksi, dan Syahganda hadir secara virtual.

“Interupsi, Yang Mulia, sekali lagi, apa salahnya majelis, saya ingin penjelasan konkret majelis, kenapa (saksi) nggak dihadirkan di sini, kepentingan siapa sebenarnya,” kata Alkatiri di persidangan.

“Nggak ada kepentingan. Kalau majelis berpendapat berkaitan dengan protokol kesehatan. Kewenangan majelis yang mengatur sidang,” jawab hakim.

Setelah menyatakan keberatan dan akan menyatakan walk out, kemudian seluruh pengacara Syahganda serentak keluar dari ruang sidang. Majelis hakim pun akhirnya menskorsing sidang tersebut.

Syahganda didakwa menyebarkan berita bohong terkait kasus penghasutan demo menolak omnibus law yang berujung ricuh di Jakarta. Syahganda didakwa melanggar Pasal 14 ayat 1 Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

“Dakwaan pertama, Pasal 14 ayat (1) UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana; atau kedua, Pasal 14 ayat (2) UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana; atau ketiga, Pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana,” kata pejabat Humas PN Depok Nanang Herjunanto saat dimintai konfirmasi, Senin (21/12).

Dalam pasal ini, Syahganda terancam pidana penjara 10 tahun penjara. Dalam kasus ini, Polri telah menetapkan 9 tersangka penghasutan. Dari 9 tersangka itu, beberapa di antaranya merupakan Ketua KAMI Medan Khairi Amri (KA) serta petinggi KAMI, Syahganda Nainggolan (SN), Jumhur Hidayat (JH), dan Anton Permana (AP). []


Pos terkait