Muannas Nilai Novel Baswedan Dilaporkan soal Berita Bohong

  • Whatsapp
Muannas Alaidid
Ketua Umum Cyber Indonesia, Habib Muannas Alaidid. [foto : Istimewa]

Inisiatifnews.com – Ketua Umum Cyber Indonesia, Habib Muannas Alaidid menilai bahwa pelaporan terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan tidak ada kaitannya dengan narasi kemanusiaan, melainkan lebih terhadap kabar bohong dan narasi menghasut.

“Bukan kemanusiaan, tapi berita bohong, manasin,” kata Muannas, Minggu (14/2/2021).

Bacaan Lainnya

Konteks memanaskan sentimen negatif terhadap Polri ini berkaitan dengan meninggalnya Soni Eranata alias Ustadz Maaher At-Thuwailibi di Rutan Bareskrim Polri.

Berdasarkan informasi yang ia terima, Muannas menyebut bahwa Ustadz Maaher selama mendekam di dalam penjara selalu diperlakukan dengan sangat baik oleh aparat.

Bahkan perlakuan baik aparat selama menangani kasus Ustadz Maaher karena dugaan pencemaran nama baik ulama NU, Habib Luthfi bin Yahya juga diamini oleh keluarga.

“Keluarga Maheer sudah tegaskan Polri berlaku baik selama ini, ia dirawat di RS Kramat Jati, tapi Anda (Novel Baswedan) tuduh aparat keterlaluan,” terangnya.

Perlu diketahui, bahwa Novel Baswedan dilaporkan oleh elemen masyarakat yang mengatasnamakan diri DPP Pemuda, Pelajar dan Mahasiswa Mitra Kamtibmas. Purnawirawan Polri berpangkat Kompol itu dilaporkan atas tuduhan ujaran kebencian dan berita bohong.

“Kami melaporkan saudara Novel karena beliau melalukan cuitan di Twitter yang kami duga melakukan ujaran hoaks dan provokasi,” kata wakil Ketua PPMK, Joko Priyoksi, Kamis (11/2).

Mendapati dirinya dilaporkan ke polisi, Novel berdalih bahwa apa yang diujarkan di akun Twitter pribadinya itu hanya responnya terhadap konteks kemanusiaan.

“Apa yang saya sampaikan itu adalah bentuk kepedulian terhadap rasa kemanusiaan. Jadi ini ada masalah, bukan hal yang wajar menahan orang yang sakit,” kata Novel.

Pos terkait