Perusuh Demo Omnibus Law Tak Paham Substansi, Kepancing Meme di IG

  • Whatsapp

Inisiatifnews.com – Salah satu pelaku kerusuhan aksi unjuk rasa menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja pada bulan Oktober 2020 silam mengaku tak paham substansi dari demo tersebut.

Ia mengaku hanya melihat seruan undangan aksi di Instagramnya saja, kemudian ia terpancing ikut aksi.

Bacaan Lainnya

“Saya baca postingan di sosial media saya, di Instagram, isinya ajakan demo, ada UU Omnibus Law dan caption-nya omnibus law sampah. Tanggal 8 Oktober saya kumpul di Universitas Esa Unggul jam 11.00 WIB. Sampai patung kuda sudah terjadi kerumunan,” kata pelaku kerusuhan berinisial AF (19) dalam kesaksiannya di persidangan kasus ujaran kebencian dengan terdakwa Syahganda Nainggolan di PN Depok, Jawa Barat, Rabu (17/2/2021).

Di dalam persidangan itu, AF dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) sebagai saksi ahli dalam kasus yang menjerat petinggi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI).

Masih di dalam pengakuan AF, ia bahkan tidak tahu mengapa Omnibus Law UU Cipta Kerja harus ditolak. Ia hanya membaca bahwa di dalam UU tersebut ada beberapa poin yang dianggap tidak sesuai di pemikirannya. Antara lain buruh dibayar upahnya per jam, kemudian cuti hamil dihapuskan.

“Di dalam postingan ada penjelasan kalau buruh dibayar per jam, buruh hamil tidak dikasih cuti dan lain-lain,” ujarnya.

Bahkan niat untuk melakukan aksi rusuh sudah ada sejak tanggal 7 Oktober 2020. Kemudian niat itu ia implementasikan di aksi yang ia ikuti pada tanggal 8 Oktober 2020. Perlengkapan aksi yang ia bawa adalah ketapel dengan 10 butir gundu atau kelereng. Senjata yang ia bawa itu dikhususkan untuk menyerang aparat yang menjaga aksi penyampaian pendapat itu.

“Ketapel ini saya punya sudah lama untuk ngetapel burung. Gundu saya beli 10.000 dapat 10 biji. Beberapa saya pakai, tapi sisanya saya buat ngejebret Polisi. Saya sebelumnya belum pernah ikut demo. Saya jebret polisi karena ada teriakan lawan lawan, ya sudah saya lawan,” tuturnya.

Saat ini, AF merupakan tahanan Polda Metro Jaya yang tengah dititipkan di Rumah Tahanan Pengadilan Negeri Depok. Ia ditahan sebagai tersangka dalam kasus aksi kerusuhan di kawasan Patung Kuda, Jakarta.

Saat melakukan aksinya, AF mengatakan bahwa dirinya bukan mahasiswa, pelajar ataupun kelompok ormas tertentu. Ia hanya masyarakat biasa yang berprofesi sebagai tukang ojek. []

Pos terkait