Sidang di PN Jaksel, Kuasa Hukum Jumhur Marah ke Saksi Fakta JPU

  • Whatsapp
WhatsApp Image 2021 03 18 at 13.24.34
Suasana persidangan dengan terdakwa Jumhur Hidayat di PN Jakarta Selatan pada hari Kamis 18 Maret 2021.

Inisiatifnews.com – Kuasa hukum Jumhur Hidayat, Arif Maulana mencecar saksi fakta yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), Adito Prabayu di ruang sidang utama Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel).

Hal ini lantaran ia meyakini jika saksi fakta telah melakukan dusta di dalam ruang persidangan, yakni tentang latar belakang dirinya dan hubungan dengan saksi fakta lainnya, yakni Husin Shahab dan Aby Febrianto Dunggio.

Bacaan Lainnya

“Dalam BAP saudara, saksi pencara berkantor hukum di HOS Cokroaminito 92. Apakah bersamaan saksi pelapor (Husin dan Febrianto)?,” tanya Arif, Kamis (18/3/2021).

Menjawab pertanyaan tersebut, Adito menegaskan bahwa dirinya adalah seorang advokat dan tidak terlalu mengenal saksi Husin, bahkan tidak sekantor dengannya termasuk sekantor dengan Febrianto Dunggio.

“Tidak bersamaan dengan Husin dan Febrianto. Saya kenal di pengadilan dengan Husin. Saya tidak berkantor yang sama dengan Husin. Saya jarang komunikasi dengan Husin,” jawab Adito.

Mendapati jawaban Adito, Arif pun murka sambil mengeraskan suara di dalam persidangan. Di situasi itu, Arif meminta kepada majelis hakim untuk menegur saksi fakta agar berkata jujur di dalam persidangan, apalagi dalam memberikan kesaksiannya, saksi fakta sudah diambil sumpah.

Karena berdasarkan hasil pencarian di salah satu website yang ditemukan dan menunjukkna nama Febrianto Dunggion, Arif Maulana menyebut bahwa Adito memiliki hubungan pekerjaan yang sama dengan saksi fakta lainnya.

“Jadi dia (Adito) satu kantor dengan Febrianto Dunggio, tapi saksi fakta menyebut tidak satu kantor dengan Febrianto Dunggio. Saya kira saksi ini adalah saksi palsu yang tidak layak dipercaya. Dan mohon ditegur yang mulia,” kata Arif kepada majelis hakim.

Mendapati dinamika persidangan itu, hakim ketua yakni Agus Widodo meminta agar saksi fakta menjawab dengan jujur apa adanya. Kemudian mempersilakan jika saksi fakta ingin mengubah kesaksiannya. Namun saksi fakta tetap memilih pendirian dan kesaksiannya itu.

Perlu diketahui, bahwa Adito adalah saksi fakta yang dihadirkan oleh JPU ke ruang persidangan untuk memberikan keterangan terkait dengan kasus ujaran kebencian dan berita bohong dengan terdakwa Jumhur Hidayat.

Adito adalah salah satu dari pelapor Jumhur Hidayat ke Bareskrim Mabes Polri tentang konten cuitan di Twitter terkait dengan polemik Omnibus Law UU Cipta Kerja yang disusul dengan agenda aksi unjuk rasa dan berakhir rusuh.

Adito mengaku melaporkan Jumhur pada tanggal 12 Oktober 2020 dalam kapasitasnya sebagai pribadi dan anggota Aliansi Pejuang Muda Indonesia (APMI). Laporan itu didasari atas hasil diskusi antara dirinya dengan Febrianto Dunggio dan Husin Shahab di bilangan Jakarta Selatan.

“Tanggal 12 Oktober 2020. Saya melaporkan di Bareskrim. Saya lapor bersama 3 orang, ada Saudara Husen,” terang Adito dalam ruang sidang. []

Pos terkait