Muannas Alaidid Minta Polisi Umumkan Pelaku dan Motif Kasus Hoaks Jaksa

  • Whatsapp
Muannas Alaidid
Ketua Umum Cyber Indonesia, Habib Muannas Alaidid. [foto : Istimewa]

Inisiatifnews.com – Direktur eksekutif Komite Pemberantasan Mafia Hukum (K-PMH), Habib Muannas Alaidid mengapresiasi kecepatan Polri membekuk terduga pelaku pembuat dan distributor konten hoaks jaksa terima suap kasus Rizieq Shihab.

Namun, praktisi hukum ini meminta juga agar Polri membeberkan kepada publik oknum dan motifnya membuat hoaks tersebut.

Bacaan Lainnya

“Polri mesti umumkan biar publik tahu motifnya apa, apakah pelaku yang ditangkap ini pembuat konten atau pendistribusi oran yang menyebarkan‚Ā¶,” kata Muannas, Senin (22/3/2021).

Perlu diketahui, bahwa tim gabungan dari kepolisian dan kejaksaan menangkap seorang pemuda inisial F (18) di Kabupaten Takalar, Sualwesi Selatan (Sulsel) karena diduga menyebarkan video hoaks jaksa menerima suap dalam sidang kerumunan dan tes swab Habib Rizieq Shihab di Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

“Tadi itu (pelaku) diambil ke kantor jam setengah tujuh pagi,” kata Kejaksaan Negeri (Kajari) Takalar, Salahuddin, Senin (22/3).

Salahuddin mengatakan, tim gabungan Intel Kejari Takalar, Intel Kejati Sulsel, serta aparat Polres Takalar meringkus terduga pelaku di kediamannya di area Kelurahan Kalabbirang, Kecamatan Pattallassang, Takalar, hari ini.

“Iya (Pelaku diamankan sebagai terduga penyebar hoax jaksa penerima suap dalam sidang kerumunan dan tes swab Habib Rizieq Shihab),” ujar Salahuddin membenarkan.

Setelah diamankan, pelaku langsung dibawa ke Kejati Sulsel untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Sebuah ponsel yang diduga sebagai alat membuat dan menyebarkan hoax turut disita.

“Sebelum dibawa di Kejati Sulsel, kami bersama Tim kembali ke tempat tinggal pelaku untuk memeriksa alat yang digunakan,” pungkas Salahuddin.

Muannas adalah salah satu orang yang keras terhadap kasus hoaks jaksa yang dikatakan menerima uang suap dari penanganan kasus kerumunan Habib Rizieq Shihab yang kini diproses di PN Jakarta Timur.

Hal ini diutarakan Muannas saat merespon kicauan Menko Polhukam Prof Mohammad Mahfud MD.

“Jangan dibiarkan prof @mohmahfudmd pelakunya mesti ditangkap, ini konten creator niat bener memang membuat berita bohong untuk meresahkan kemudian disebarkan, bahaya betul bila dipercaya, publik mesti tahu dengan ditangkapnya apa motif pelaku,” ujar Muannas. [RED]

Pos terkait