Muannas Nilai Sikap Rizieq Bungkam Saat Sidang untuk Pancing Emosi Simpatisannya

  • Whatsapp
Komite PMH
Tampak dari kiri : Aulia Fahmi, Habib Muannas Alaidid, Habib Husin Alwi Shihab. [foto : Inisiatifnews]

Inisiatifnews.com – Direktur eksekutif Komite Pemberantasan Mafia Hukum (K-PMH) Habib Muannas Alaidid menyebut, bahwa persidangan yang dilakukan secara virtual, tidak akan mengubah konteks dan substansi dari pokok materi persidangan. Hal ini selama infrastrukturnya memadai, yakni audio visualnya lancar.

“Situasi hari ini (pandemi Covid-19 -red), (sidang virtual atau tidak, sejatinya tidak mengganggu jalannya sidang,” kata Muannas, Munggu (21/3/2021).

Bacaan Lainnya

Komentar ini disampaikannya untuk menanggapi proses persidangan kasus kerumunan Petamburan dan Megamendung dengan terdakwa Habib Muhammad Rizieq bin Husein bin Shihab.

Muannas menilai bahwa ada skenario khusus yang tengah dilakukan oleh Habib Rizieq Shihab saat bungkam di dalam persidangan yang dipimpin oleh hakim ketua Suparman Nyompa di Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim) pada hari Jumat (19/3) lalu.

“Diamnya terdakwa bisa menjadi strategi, walk out dan sikap menolak diperiksa virtual adalah upaya memancing emosi pendukungnya seolah HRS terus didzalimi kekuasaan, bahkan tak bisa membela diri,” ujarnya.

Ia berharap agar publik tidak terpancing dengan situasi yang dibuat oleh Habib Rizieq dan para tim kuasa hukumnya itu.

“Semoga kita tetap cerdas menyikapi,” tuturnya.

Perlu diketahui, bahwa di dalam persidangan dengan agenda pembacaan surat dakwaan terhadap Habib Rizieq di PN Jakarta Timur pada hari Jumat 19 Maret 2021 lalu, Habib Rizieq menyatakan menolak menyampaikan eksepsi atau nota keberatan atas dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Bahkan saat hakim ketua Suparman menanyakan apakah JPU bisa menyerahkan mikrofon kepada terdakwa untuk menjawab apakah akan menggunakan haknya itu, Habib Rizieq memilih berdoa, mengaji dan bersujud.

Diam Habib Rizieq ini merupakan salah satu sikap protes mantan imam besar ormas yang telah dibubarkan oleh pemerintah terhadap jalannya persidangan yang digelar secara virtual.

Bahkan kuasa hukum Habib Rizieq, yakni Aziz Yanuar menegaskan jika dalam agenda sidang di PN Jakarta Timur pada hari Selasa 23 Maret 2021 besok, pihaknya tetap akan walkout jika persidangan tetap dilakukan secara virtual.

Pos terkait