ICW Desak MKD Bersikap soal Peran Azis Syamsuddin di Perkara Penyidik KPK

  • Whatsapp
kurnia ramadhana
Peneliti ICW, Kurnia Ramadhana. [foto : Inisiatifnews]

Inisiatifnews.com – Peneliti Divisi Hukum Indonesian Corruption Watch (ICW) Kurnia Ramadhana mendesak kepada Majelis Kehormatan Dewan (MKD) untuk mengambil sikap konkret terhadap temuan keterlibatan Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin dalam perkara yang menyeret penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju (SRP) dan Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial (MS).

Menurut Kurnia, peran Azis terhadap kasus tersebut sangat fatal dan mencoreng wajah DPR sebagai lembaga terhormat. Di mana politisi senior Partai Golkar itu meminta agar kasus Syahrial dihentikan oleh KPK melalui bantuan Robin.

Bacaan Lainnya

“Tindakan Azis Syamsuddin bertentangan dengan nilai-nilai etika publik. Sebagai pejabat publik, Azis berperilaku dengan tidak patut,” kata Kurnia kepada wartawan, Jumat (23/4/2021).

Peran Azis ini termuat di dalam hasil konferensi pers penangkapa dan penahanan Robin oleh Ketua KPK Firli Bahuri beberapa waktu yang lalu.

Karena persoalan etik ini, Kurnia pun mendesak agar Mahkamah Kehormatan Dewan DPR RI memproses etik Azis Syamsuddin.

“Oleh karena itu Azis perlu diproses secara etik oleh Mahkamah Kehormatan Dewan. Dugaan tindakan yang dilakukan oleh Azis berpotensi bertentangan dengan berbagai ketentuan yang tercantum dalam Kode Etik DPR RI,” tegasnya.

Peran Azis Syamsuddin

Nama Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin mendadak menjadi sorotan publik setelah diduga terlibat dalam kasus dugaan suap penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju terkait penangan perkara Syahrial.

Dalam kasus ini, Azis berperan mempertemukan Stepanus dengan Wali Kota Tanjung Balai M Syahrial di rumah dinas Azis di Jakarta Selatan pada bulan Oktober 2020 lalu.

“Dalam pertemuan tersebut, AZ (Azis) memperkenalkan SRP (Stepanus) dengan MS (Syahrial) karena diduga MS memiliki permasalahan terkait penyelidikan dugaan korupsi di Pemerintah Kota Tanjung Balai yang sedang dilakukan KPK agar tidak naik ke tahap penyidikan,” kata Ketua KPK Firli Bahuri dalam konferensi pers, Kamis (22/4).

Firli menuturkan, dalam pertemuan itu, Stepanus diminta untuk membantu agar penyelidikan tersebut tidak ditindaklanjuti oleh KPK. Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan, Azis kenal dengan Stepanus melalui ajudannya yang merupakan anggota Polri.

Diketahui, Stepanus adalah penyidik KPK yang berstatus anggota Polri dengan pangkat ajun komisaris polisi (AKP). Menindaklanjuti pertemuan di rumah Azis, Stepanus mengenalkan Syahrial kepada seorang pengacara bernama Maskur Husain yang akan membantu permasalahannya. Stepanus dan Markus kemudian meminta Syahrial menyiapkan uang Rp 1,5 miliar agar kasus dugaan korupsi di Pemerintah Kota Tanjung Balai tidak ditindaklanjuti oleh KPK.

Syahrial menyetujui permintaan itu dan mentransfer uang secara bertahap maupun secara tunai sehingga uang yang diterima Stepanus berjumlah Rp 1,3 miliar.

“Setelah uang diterima, SRP kembali menegaskan kepada MS dengan jaminan kepastian bahwa penyelidikan dugaan korupsi di Pemerintah Kota Tanjung Balai tidak akan ditindaklanjuti oleh KPK,” ujar Firli.

Firli memastikan, Komisi Antirasuah akan mendalami dugaan keterlibatan Azis dalam kasus ini. Ia mengatakan, KPK perlu meminta keterangan dari Azis untuk mengetahui secara pasti keterlibatan Wakil Ketua Umum Partai Golkar itu.

“Kita akan dalami bagaimana antara keterkaitan antara saudara AS, SRP, dan MS yang telah melakukan pertemuan. Tentu kami tidak bisa menjawab karena kami belum mendapatkan informasi keterangan dari saudara AS ini perlu kita dalami,” kata Firli.

Sejauh ini, KPK memang baru menetapkan tiga orang tersangka yakni Stepanus, Maskur, dan Syahrial. Namun, Firli memastikan, pengusutan kasus ini masih terus berjalan dan bukan tidak mungkin akan ada tersangka lain dalam kasus tersebut.

“Penanganan ini belum selesai pada malam hari ini, masih ada hari esok, dan kami janji, berikan kami kerja, kami akan mengungkap seutuhnya apakah melihatkan orang lain lagi,” ujar Firli.

Sementara itu, hingga berita ini ditulis, Azis masih belum angkat bicara soal dugaan keterlibatannya dalam kasus ini. []

Pos terkait