Menteri Agama Larang Takbir Keliling Hingga Pembagian Zakat Picu Kerumunan

  • Whatsapp
gus yaqut
Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas.

Inisiatifnews.com – Menteri Agama Republik Indonesia, Yaqut Cholil Qoumas telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2021 tentang Panduan Ibadah Ramadan dan Idulfitri 1442 H.

Dalam SE yang ditandatangani pada 9 April 2021 tersebut, Gus Gus Yaqut meminta agar tidak ada takbir keliling dalam perayaan Hari Raya Idulfitri 1442 H nantinya. Hal ini dilakukan agar tidak memicu munculnya klaster COVID-19 baru di kalangan masyarakat.

Bacaan Lainnya

Kemudian di dalam momentum Idulfitri nanti, Gus Yaqut juga memperbolehkan pelaksanaan salat Idulfitri di wilayah dengan status zona hijau dan kuning. Pun demikian, pelaksanaan salat tetap dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

“Kebijakan ini sudah kami tuangkan dalam Surat Edaran Nomor 04 tahun 2021 tentang Panduan Ibadah Ramadan dan Idulfitri 1442 H,” kata Gus Yaqut dalam Rapat Koordinasi Penanganan COVID-19 bersama Mendagri, Menhub, para kepala daerah, TNI/Polri, dan Kepala Satgas COVID-19, yang digelar secara virtual, Senin (3/5/2021).

Selain melarang takbiran keliling dan salat Idulfitri di zona merah, Gus Yaqut juga meminta kepada para penyelenggara zakat fitrah untuk tidak membagikan zakat dengan menimbulkan kerumunan masyarakat.

“Pembagian zakat tidak boleh sampai membuat terjadinya kerumunan. Jangan sampai ada kejadian seperti tahun-tahun sebelumnya, di mana para mustahik berdesakan,” ujarnya.

Untuk memastikan agar pembagian zakat tahun ini berjalan dengan baik tanpa melanggar protokol kesehatan, pihaknya pun akan menerjunkan tim khusus untuk melakukan kegiatan monitoring.

“Jajaran Kementerian Agama akan memonitor dan memastikan pengumpulan dan penyaluran zakat, infak dan sedekah (ZIS) dapat dilakukan melalui masjid atau musala dengan memperhatikan protokol kesehatan,” terangnya.

Tidak hanya itu saja, Gus Yaqut juga menyampaikan bahwa pihaknya tengah menyiapkan opsi lain agar penerimaan zakat fitrah tidak perlu menimbulkan kerumunan. Yakni dengan menggunakan jalur digital.

Kementerian Agama akan membuka rekening khusus untuk pembayaran zakat bagi para pembayar zakat alias muzaki.

“Jadi pembayaran zakat bisa dilakukan melalui electronic channel, sehingga muzaki tidak perlu datang secara fisik,” paparnya.

Penegakan

Di sisi lain, Menteri Agama juga meminta agar kebijakan ini diperhatikan dan menjadi panduan bagi parat pemerintah daerah serta aparatur terkait agar melakukan penindakan jika ada pelanggaran yang terjadi.

Penindakan ini dirasa Gus Yaqut perlu dilakukan agar SE Nomor 4 Tahun 2021 yang telah diterbitkan tidak hanya menjadi catatan kosong tanpa implementasi.

“Kebijakan ini hanya akan jadi macan kertas bila mana tidak ada penegakkan di lapangan. Karenanya kami berharap kerja sama pemerintah daerah serta aparat keamanan untuk melakukan penindakan bila terjadi pelanggaran,” ujar Menag.

Gus Yaqut juga meminta seluruh jajaran Kemenag di daerah untuk melakukan koordinasi dengan Satgas COVID-19 di daerah masing-masing.

“Khususnya untuk memantau protokol kesehatan pada setiap kegiatan peribadatan yang dilakukan umat,” katanya. [NOE]

Pos terkait