Paulus Waterpauw Sebut Hukum Jadi Panglima Selesaikan Konflik Papua

  • Whatsapp
paulus waterpauw
Kabaintelkam Polri, Komjen Pol Paulus Waterpauw.

Jakarta, Inisiatifnews.com – Tokoh masyarakat Papua, Komjen Pol Paulus Waterpauw mengingatkan bahwa Indonesia adalah negara hukum sehingga pendekatan hukum harus dipakai terhadap pelaku kriminal di Papua.

“Saya katakan sebelum disebut KKB, mereka ini free man, kelompok mereka sudah punya senjata tajam lalu lakukan kekerasan pada masyarakat. Minta makanan, minta dana, minta perempuan, minta anak gadis. Mereka lakukan itu kepada warga Papua bahkan membakar rumah warga. Maka kita harus tegakkan aturan hukum,” kata Paulus dalam webinar bertemakan “Memahami Papua Serta Upaya Penyelesaian Secara Kolaboratif dan Holistik” yang digelar oleh Indonesian Public Institute (IPI), Kamis (6/5/2021).

Bacaan Lainnya

Tokoh publik yang kini juga menjabat sebagai Kepala Badan Intelijen dan Keamanan (Kabaintelkam) Mabes Polri tersebut menilai, bahwa konflik Papua harus dilihat dengan pendekatan hukum karena siapan pun wajib taat pada aturan negara. Hukum harus menjadi panglima dalam penyelesaian masalah ini. Jika hukum berjalan secara baik, kata Paulus, maka akan baik pula negara Indonesia ke depannya.

Selain itu, jenderal polisi bintang tiga itu menegaskan kepada seluruh masyarakat bahwa labelisasi teroris adalah kepada mereka yang melakukan tindakan teror sesuai dengan UU Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme. Bukan kepada seluruh masyarakat Papua secara luas, sehingga jelas label teroris adalah untuk mereka yang melakukan tindakan teror bersenjata.

“Jadi yang dilabeli teroris adalah orang-orang yang melakukan kekerasan itu, bukan masyarakat Papua,” tegas Paulus.

Oleh Sebab itu, mantan Kapolda Papua tersebut mengingatkan jika nanti sudah diputuskan di pengadilan terhadap pelaku teroris di Papua, maka kelompok itu akan mendapat konsekuensi besar. Bahkan bukan hanya kepada pelaku di lapangan saja, akan tapi juga pendukung bahkan otak yang di belakang layar juga akan diseret ke meja hijau.

“Hati-hati. Itu ada unsur-unsurnya. Soal yang membantu. Akan terciduk semua. Baik di dalam maupun luar negeri,” tegasnya.

Pos terkait