Muannas Harap Haikal Hassan Diproses Hukum soal Tweet Haji

  • Whatsapp
muannas alaidid
Ketua Cyber Indonesia, Muannas Alaidid.

Inisiatifnews.com – Ketua Umum Cyber Indonesia, Habib Muannas Alaidid menilai banyak ulah Haikal Hassan Baras yang membuat gaduh publik dengan tweet-tweet dan narasinya. Salah satu yang terbaru adalah provokasi terkait pembatalan pemberangkatan jamaah haji Indonesia oleh pemerintah tahun 2021 ini.

“Sudah menumpuk laporan polisi Haikal Hassan, dari sebutan habib kafir sampai mimpi ketemu rosul semua masih berproses, belum selesai berulah lagi menyebarkan berita bohong,” kata Muannas, Sabtu (5/6/2021).

Bacaan Lainnya

Ia meminta agar Kepolisian Republik Indonesia menindak tegas Sekjen Habib Rizieq Shihab Center (HRS Center) itu.

“Sudah saatnya dia ditindak tegas, saya diblok cc in ke dia biar gak semakin tersesat,” ucapnya di akun Twitter pribadi @muannas_alaidid.

Sebelumnya, pada pukul 08.39 WIB, hari Kamis 4 Juni 2021, Haikal Hassan sempat menulis di Twitter pribadinya @haikal_hassan, yakni menyikapi tentang pembatalan pemberangkatan haji tahun 2021 oleh pemerintah Republik Indonesia.

Ia menuding pembatalan pemberangkatan jamaah haji tahun 2021 ini karena ada kedekatan antara Indonesia dengan Republik Rakyat China (RRC).

“Baru pertama kali terjadi sejak ada NKRI dimana warganya tidak bisa pergi haji. Apakah karena faktor terlalu dekat ke RRC? Apakah karena kezaliman thd HRS? Apakah karena dana haji dipaksa dipakai? Apakah murni alasan kesehatan? Apakah menunggu keadilan akhirat saja?,” tulis Haikal Hassan Baras.

Namun, tweet tersebut saat ini sudah dihapus oleh Haikal Hassan. Ia mengunggah sebuah tautan berita dari Kompas.com tentang sikap Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Essam bin Abed Al-Thaqafi tentang polemik kuota haji tahun 2021 untuk Indonesia.

“Oohh maaf, jadi begini?… Saudi BELUM memutuskaaaann…,” tulisnya.

Seperti diketahui, bahwa Dubes Arab Saudi untuk Indonesia, Essam mengantarkan surat resmi kepada Ketua DPR RI Puan Maharani tentang dinamika informasi yang dianggapnya kurang tepat. Yakni tentang kuota haji Indonesia tahun 2021.

Di dalam isi suratnya, Essam menyebut bahwa sejauh ini pemerintah Kerajaan Arab Saudi belum mengelarkan kebijakan apapun tentang kuota jamaah haji tahun 2021. Bukan hanya di Indonesia saja, bahkan untuk seluruh negara-negara di dunia.

Berikut adalah isi surat lengkap Essam kepada Puan Maharani :

SANGAT SEGARA
Yang Mulia HE/Dr. (HC) Puan Maharani. S.I.Kom
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI

Assamalu’alaikum Wr.Wb

Bersama ini saya ingin memberitahukan kepada Yang Mulia bahwa merujuk pada pemberitaan yang beredar yang telah disampaikan oleh sejumlah media massa serta media sosial di Republik Indonesia yang menukil pernyataan HE/Dr.Ir.Sufmi Dasco Ahmad.Sh.H., MH., Wakil Ketua DPR-RI yang menyatakan telah memperoleh informasi bahwa Indonesia tidak memperoleh kuota haji pada tahun ini, juga pernyataan HE/DR.H. Ace Hasan Syadzily,. M.Si., Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI yang menyebutkan adanya (11) negara yang yang telah memperoleh kuota haji dari Kerajaan Arab Saudi pada tahun ini dan Indonesia tidak termasuk dari negara-negara tersebut.

Dalam kaitan ini, saya ingin memberitahukan kepada yang mulai bahwa berita-berita tersebut tidaklah benar dan hal itu tidaklah dikeluarkan oleh otoritas resmi Kerajaan Arab Saudi, disamping itu otoritas yang berkompeten di Kerajaan Arab Saudi hingga saat ini belum mengeluarkan instruksi apapun berkaitan dengan pelaksanaan haji tahun ini, baik bagi para jamaah haji Indonesia atau bagi para jamaah haji lainnya dari seluruh negara di dunia.

Sehubungan dengan hal itu, merupakan sebuah kesempatan bagi saya untuk menjelaskan kepada yang mulai dan anggota-anggota dewan yang terhormat tentang fakta-fakta yang sebenarnya, seraya saya berharap agar kiranya dapat melakukan komunikasi terlebih dahulu dengan pihak kedutaan atau otoritas resmi lainnya, baik di Kerajaan Arab Saudi atau di Indonesia, guna memperoleh informasi dari sumber-sumber yang benar dapat dipercaya.

Saya berharap yang mulai senantiasa mendapat limpahan taufik dan kesuksesan dan kepada para anggota dewan yang terhormat saya sampaikan salam hormat dan penghargaan yang setinggi-tingginya.

Terimalah salam hormat dari saya Essam Bin Ahmed Abid Althaqafi Duta Besar Pelayan Dua Kota Suci Untuk Republik Indonesia
(3/6/2021)

Keputusan peniadaan haji 2021 di Indonesia

Perlu diketahui, bahwa terjadi perdebatan besar di Indonesia tentang keputusan Menteri Agama Republik Indonesia yang meniadakan pemberangkatan jamaah haji Indonesia ke Arab Saudi tahun 2021.

Keputusan itu termaktub di dalam Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 660 Tahun 2021 tentang Pembatalan Keberangkatan Jamaah Haji pada Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1442 H/2021 M.

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas (Gus Yaqut) menyebut, bahwa pembatalan pemberangkatan jamaah haji dikarenakan pandemi Covid-19 belum berlalu.

Di samping itu, Kerajaan Arab Saudi hingga saat ini belum mengundang Indonesia untuk membahas dan menandatangani Nota Kesepahaman tentang Persiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun 1442 H/2021 M.

Karena belum ada penandatanganan nota kesepahaman itu, maka Indonesia maupun sejumlah negara lainnya belum mendapatkan kepastian kuota haji 1442 Hijriah. Alhasil, pemerintah memutukan untuk membatalkan pemberangkatan haji tahun ini. []

Pos terkait