Maafkan Lora Mastur, Mahfud MD Serahkan Sepenuhnya ke Mekanisme Hukum

  • Whatsapp
lora mastur
Lora Mastur.

Inisiatifnews.com – Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Prof Mohammad Mahfud MD menegaskan bahwa dirinya tidak pernah mempersoalkan video ancaman pembunuhan yang dibuat oleh Turmudi Badrutamam alias Lora Mastur (37) yang sempat viral di media sosial beberapa waktu yang lalu.

“Saya tidak pernah mempermasalahkan video yang viral tersebut dan saya tidak pernah melaporkan,” kata Mahfud MD kepada wartawan.

Bacaan Lainnya

Untuk urusan maaf memaafkan, Menteri Pertahanan Republik Indonesia era Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu pun sudah memaafkan Lora bahkan sebelum pria asal Sampang itu menyerahkan diri ke Kepolisian.

Namun untuk persoalan hukum yang kini tengah menjerat Lora, ia menyerahkan sepenuhnya kepada mekanisme hukum.

“Sebelum dia menyerahkan diri saya sudah memaafkan. Tapi kan hukum harus ditegakkan dan itu menjadi tugas aparat penegak hukum,” tambahnya.

Perlu diketahui, bahwa Lora Mastur sempat menjadi buruan Polda Jatim sejak Desember 2020. Saat itu, sebuah video yang menampilkan dirinya mengancam Mahfud MD dalam bahasa Madura viral di akun YouTube Amazing Pasuruan. Hingga pada akhirnya, empat orang yang masing-masing sebagai pengunggah dan penyebar dari Pasuruan, ditetapkan menjadi tersangka penyebaran kebencian. Mereka adalah Muchammad Nawawi atau Gus Nawawi (38), Abdul Hakam (39), Moch Sirojuddin (37) dan Samsul Hadi (40).

Selanjutnya, keempat tersangka itu dirilis di Polda Jatim pada 13 Desember 2020 dengan sangkaan ujaran kebencian. Meski begitu, polisi belum bisa menangkap pembuat video tersebut.

Namun, pada Senin (8/3), Lora Mastur kemudian menyerahkan diri ke Pendopo Bupati Sampang tanpa paksaan dan atas kemanuan sendiri, yang kemudian ia pun langsung ditahan di Polda Jatim.

Saat ini kasus Lora Mastur sudah diproses di Pengadilan Negeri Sampang. Dalam pembacaan putusan yang disampaikan oleh majelis hakim pada hari Selasa, 27 Juli 2021, ia divonis penjara 16 bulan dan denda 250 juta subsider 1 bulan penjara.

Sebelum sidang pembacaan putusan digelar, Mahfud MD melalui kejaksaan berkirim surat kepada Majelis Hakim Pengadilan Negeri Sampang. Dalam suratnya, Mahfud MD menyatakan, bahwa sejauh menyangkut hak pribadinya dia tidak mengadukan dan memberi maaf kepada terdakwa.

Namun, karena perkara ini menyangkut delik umum dan bukan delik aduan, Mahfud menyerahkan sepenuhnya kepada aparat Pengadilan.

Mahfud menyatakan apabila terbukti secara sah dan meyakinkan Terdakwa melakukan kejahatan sebagaimana yang didakwakan, maka Mahfud turut memohonkan kepada Majelis Hakim untuk memberikan keringanan hukuman terhadap terdakwa.

Lora divonis oleh Majelis hakim yang terdiri dari Juanda Wijaya, Ivan Budi Santoso, Agus Erman. Majelis memutuskan vonis lebih ringan dari tuntutan jaksa yang menuntut Mastur 2 tahun penjara.

Pemuda asal Karangpenang, Sampang tersebut dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 28 Ayat (2) juncto Pasal 45A Ayat (2) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan/atau Pasal 14 Ayat (1) UU Nomor 1 Tahun 1946 Tentang Peraturan Hukum Pidana.

Pos terkait