Muannas Alaidid Minta Kalau Keluarga Akido Tio Langgar Hukum, Proses Saja

  • Whatsapp
akido tio
Anak bungsu alm Akido Tio, Heriyanti menyerahkan uang Rp2 Triliun secara simbolik ke Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Eko Indra Heri.

Inisiatifnews.com – Direktur eksekutif Komite Pemberantasan Mafia Hukum (KPMH) Habib Muannas Alaidid mendukung siapapun orang yang memiliki kelebihan finansial untuk membantu penanggulangan pandemi Covid-19.

Bantuan tersebut bisa berupa apapun yang bisa bermanfaat bagi masyarakat sekitar, khususnya yang terdampak langsung.

Bacaan Lainnya

Menurut Muannas, bantuan apapun yang memiliki nilai manfaat dalam upaya membantu penanggulangan Covid-19 akan diapresiasi oleh siapapun tanpa terkecuali.

“Situasi pandemi hari ini kalau ada orang sumbang apapun makanan, obat, tenaga, alat kesehatan dan sebagainya, pasti banyak yang mendukung,” kata Muannas, Selasa (3/8/2021).

Termasuk kata Muannas adalah janji keluarga Akido Tio yang disebut-sebut akan menghibahkan uang sebesar Rp2 triliun untuk membantu penanggulangan pandemi Covid-19 di Sumatera Selatan.

Namun apapun itu, kejujuran harus ditanamkan. Ketika justru sesumbar akan menyalurkan duit sebanyak itu namun pada akhirnya tidak teralisasi karena bermotif melanggar pidana, maka proses hukum perlu dilakukan.

Karena dikhawatirkan, narasi-narasi dusta bisa bermunculan bila tidak ditindaklanjuti dengan tegas. Apalagi narasi-narasi negatif tentu tidak diharapkan terjadi di tengah-tengah negara sedang berjuang keras menanggulangi pandemi Covid-19.

“Apalagi berupa uang dengan nilai fantastis 2T, tapi kalau belakangan hari terbukti melanggar hukum menyebarkan kebohongan, sudah betul itu tangkap aja,” ucapnya.

Pro kontra sumbangan Rp2 Triliun Keluarga Akido Tio

Perlu diketahui, bahwa keluarga Akido Tio beberapa hari terakhir ini menjadi perbincangan publik. Pasalnya, mereka menyatakan akan menggelontorkan uang sebesar Rp2 triliun untuk membantu negara menanggulangi pandemi Covid-19.

Tidak hanya sekedar berucap, bahkan ia sampai merencanakan penggelontoran uang itu secara simbolik kepada Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Eko Indra Heri. Penyerahan simbolik ini dilakukan langsung oleh anak mendiang Akido Tio, yakni Heriyanti bersama dokter pribadi keluarga Akido yakni dr Hardi Darmawan. Acara penyerahan dana bantuan secara simbolik ini juga disaksikan oleh Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru dan Danrem 044/Gapo Brigjen TNI Jauhari Agus Suraji.

Saat menerima sumbangan secara simbolik dari keluarga Akido Tio ini, Kapolda Eko mengaku sempat kaget. Apalagi dana sebesar itu sebelumnya akan diserahkan kepada Kapolda untuk dikelola untuk penanggulangan bencana non alam pandemi Covid-19 di wilayah hukumnya.

“Mendengarnya saja kaget, apalagi melaksanakan (amanah) itu. Menurut saya, ini amanah yang sangat luar biasa dan berat sekali. Karena uang yang diamanahkan ini besar dan harus dipertanggungjawabkan,” Eko pada Senin, 26 Juli 2021.

Sementara itu, dokter keluarga Akido Tio, Hardi menyebut, bahwa uang sebesar itu akan ditransfer langsung ke rekening pribadi Kapolda Sumatera Selatan.

“Uangnya tidak ditransfer ke rekening pribadi Kapolda, tapi pengelolaan uang itu kewenangannya di Kapolda,” kata Hardi dikutip dari CNNIndonesia, Selasa (27/7).

Heriyanti ditangkap Polisi

Namun beberapa kalangan kembali dikagetkan tentang keluarga mendiang Akido. Pasalnya, Heriyanti yang merupakan anak bungsu almarhum dijemput paksa oleh jajaran dari Direktorat Interlijen dan Keamanan (Ditintelkam) untuk diserahkan langsung ke Ditreskrimum Polda Sumatera Selatan pada hari Senin (2/8) kemarin.

Disampaikan Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Indra Heri, bahwa pihaknya tengah melakukan pemeriksaan dengan meminta keterangan kepada Heriyanti terkait dengan heboh dana bantuan Rp2 triliun yang sempat viral itu.

“Lagi diminta keterangan,” kata Eko kepada wartawan.

Sempat beredar bahwa Heriyanti sudah berstatus tersangka dalam kasus penipuan dana hibah Rp2 triliun untuk bantu penanggulangan pandemi Covid-19. Namun demikian, status tersangka itu dibantah langsung oleh Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Supriadi. Ia mengatakan bahwa pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap putri bungsu pengusaha Akido Tio itu.

“Statusnya masih dalam proses pemeriksaan. Belum tersangka, yang menetapkan tersangka Direskrimum yang punya kewenangan dalam proses penyidikan,” kata Supriadi di depan gedung Ditreskrimum Polda Sumsel, Senin (2/8).

Alasan pemanggilan dan pemeriksaan terhadap Heriyanti karena uang yang dijanjikan sebelumnya kepada Kapolda belum juga ada kejelasannya.

“Statusnya dalam proses pemeriksaan. Sebelum ke Mapolda, yang bersangkutan ke Bank Mandiri namun sampai pukul 14.00 belum ada juga uangnya. Makanya kita undang ke Polda Sumsel untuk menanyakan hal tersebut,” ujarnya.

Pos terkait