Tak Kunjung Dapat Salinan Hasil Audit Rekening ICW, BEMNUS Ancam Kepung BPK

  • Whatsapp
BPK ICW
Logo BPK dan ICW.

Jakarta, Inisiatifnews.com – Koordinator Isu Sosial Politik Badan Eksekutif Mahasiswa Nusantara (BEMNUS), Aldy Ibura mengaku sangat kecewa dengan sikap Badan Pemeriksa Keuangan (BPK RI) yang tak kunjung memberikan data tentang dugaan transaksi dana yang mengalir dari asing ke Indonesian Corruption Watch (ICW).

“Kami sudah 2 (dua) kali memasukan surat permintaan data tentang audit BPK terhadap laporan keuangan KPK pada saat dugaan dana hibah asing mengalir ke ICW,” kata Aldy kepada wartawan, Kamis (19/8/2021).

Bacaan Lainnya

Aldy juga mengatakan, bahwa sudah 10 hari pihaknya menunggu sikap BPK terhadap layangan surat permohonan itu sejak tanggal 9 Agustus 2021 lalu, namun tidak ada respon yang baik.

“Kurang lebih 10 hari kami menunggu konfirmasi dari BPK RI, sampai dengan hari ini belum ada titik terang terkait dengan balasan surat yang kami masukan,” ujarnya.

Ia mengatakan, bahwa pihaknya sudah melakukan komunikasi dengan pihak BPK, hanya saja lembaga yang bertugas dan memiliki otoritas melakukan pemeriksaan keuangan tersebut tak memberikan kepastiannya.

Hal ini yang membuat pihaknya berprasangka negatif kepada BPK.

“Kami merasa Lembaga BPK RI yang kami hormati seakan-akan menutupi data-data yang kami minta melalui surat yang sudah kami masukan,” tandasnya.

Lebih lanjut, Aldy menyebut, bahwa dokumen hasil audit BPK terhadap sumber keuangan ICW penting untuk membuktikan, apakah organisasi yang kencang sekali menyoroti perkara korupsi di Indonesia itu tidak sedang menjalankan proyek donatur.

“Bagi kami data ini wajib didapatkan. sebagai warga negara Indonesia yang baik serta kami pun sadar akan dari peran mahasiswa sebagai agen Of Control, kami mengacu pada Undang-undang keterbukaan Informasi,” jelasnya.

Oleh karena itu, Aldy mengharapkan agar BPK segera memberikan jawaban pasti agar perspektif negatif tersebut tidak semakin liar.

“Kami menyimpulkan BPK RI telah menentang aturan Undang-udang keterbukaan informasi, Maka dengan ini kami nyatakan kami kecewa dengan BPK RI,” ucapnya.

Terakhir, Aldy menegaskan jika BPK tidak terbuka dan memberikan salinan data hasil audit terhadap rekening ICW atas dugaan aliran dana asing kepada LSM tersebut, maka akan ada pergerakan lain yang akan digalakkan BEMNUS.

“Jangan salahkan kami, apabila menempuh jalur aksi kreatif lainnya, jika perihal ini tidak ditanggapi secara serius. Karena BPK RI adalah lembaga negara, jangan sampai bermain mata dengan LSM,” pungkasnya.

Pos terkait