Jangan Percaya Orang Jawa Tengah, KPMH Sentil Pigai

  • Whatsapp
Para petinggi Komite Pemberantasan Mafia Hukum (PMH).

Jakarta, Inisiatifnews.com – Direktur eksekutif Komite Pemberantasan Mafia Hukum (KPMH) Habib Muannas Alaidid memberikan sentilan kepada Natalius Pigai.

Di dalam akun Twitternya, Muannas menyayangkan mantan komisioner Komnas HAM itu menyebut-nyebut Jawa Tengah untuk mendiskreditkan seseorang.

Bacaan Lainnya

“Ini bukan tweet kali pertama Pigai yang berupaya memecah belah bangsa ini, sebelumnya dia pernah resmi dilaporkan karena hina suku Jawa dan Padang,” kata Muannas, Sabtu (2/10).

Bagi Muannas, dugaan perkara ujaran kebencian yang berpotensi memicu perpecahan antar suku, ras, agama dan antar golongan tidak masuk di dalam program Kapolri, yakni Presisi. Di mana di dalamnya memuat restorative justice.

Maka bisa jadi, tweet Pigai semacam itu bisa saja diseret ke ranah pidana.

“Padahal program Presisi Kapolri soal Restorasi Justice ITE tidak berlaku untuk perkara yang berpotensi memecah belah, SARA, radikalisme dan separatisme,” ujarnya.

Hal senada juga diutarakan salah satu petinggi KPMH, Habib Husin Alwi Shihab. Praktisi hukum ini meminta agar Polri menjadikan tweet Pigai ini sebagai atensi untuk ditindaklanjuti.

“Mohon atensi @CCICPolri @DivHumas_Polri adanya dugaan ujaran kebencian atas nama etnis (SARA) dan dugaan berita bohong yang menimbulkan keonaran di tengah masyarakat. Berbahaya jika orang ini dibiarkan karena diduga ada upaya adu domba antar etnis Papua dan Jawa Tengah,” tulis @HusinShihab.

Sikap dua tokoh KPMH ini muncul karena tweet Natalius Pigai di akun Twitternya. Di mana ia mengunggah video Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang sedang makan bersama di Papua.

Di dalam tweetnya itu, Natalius mengajak masyarakat Papua untuk tidak percaya dengan orang Jawa Tengah. Karena mereka sudah merampok kekayaan masyarakat Papua dan menginjak harga diri bangsa melanesia.

“Jgn percaya org Jawa Tengah Jokowi & Ganjar. Mrk merampok kekayaan kita, mereka bunuh rakyat papua, injak2 harga diri bangsa Papua dgn kata2 rendahan Rasis, monyet & sampah. Kami bukan rendahan. kita lawan ketidakadilan sampai titik darah penghabisan. Sy Penentang Ketidakadilan),” tulis Pigai.

Natalius Pigai
Source : Twitter/NataliusPigai2

Namun karena mendapat reaksi dari KPMH tersebut, Pigai pun membantah melakukan ujaran kebencian berbasis sara. Karena diksi Jawa Tengah dianggapnya hanya untuk menuding Ganjar Pranowo dan Jokowi secara spesifik.

“Bagian mana yg pecah bela. Sy sebut nama orang, itu tidak terkait suku. Lihat sj antara Frasa “Jawa Tengah & Jokowi tidak ada tanda koma. Artinya Sy sebut oknum sbg presiden bkn suku. Anda salah tafsirkan. Jika anda Haters, Sy makhlumi sj. Justru komen kalian isinya Rasis semua,” balasnya.

Melihat respon Pigai, Habib Husin mempersilakan para pakar untuk menafsirkan apakah tweet Pigai memiliki unsur ujaran kebencian dan memecah belah SARA atau tidak.

“Anda juga gak perlu tafsirkan atas dugaan pidana yang anda buat. Biarkan ahli bahasa, ahli pidana dan ahli ITE yang menjelaskan apakah unsur-unsurnya terpenuhi. Anda ngeyel begini keliatan banget percaya dirinya tidak melanggar hukum seolah ada orang besar yang backup anda di negeri ini,” balas Husin.

Sementara itu, Habib Muannas Alaidid pun menyarankan agar aktivis HAM itu mengevaluasi diri dan menghapus tweetnya itu jika tidak ingin diseret ke meja hijau.

“Tidak hanya ITE delik kebencian SARA Pasal 28 ayat 2 ITE, tapi UU No 40 Tahun 2008 soal penghapusan diskriminasi ras dan etnis serta dugaan menyebarkan berita bohong Pasal 14 ayat 1 UU No 1 Tahun 1946. Saran saya hapus aja tweetnya potensi gaduh karena dapat sesatkan pembaca kalau benar maksud anda gak begitu,” balas Muannas.

Pos terkait