Kapolda Metro Jaya Siap Babat Habis Pelaku Pinjol Ilegal

  • Whatsapp
Yusri Yunus
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus.

Jakarta, Inisiatifnews.com – Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus menyampaikan, bahwa Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Muhammad Fadil Imran telah memerintahkan jajarannya untuk memberantas seluruh pelaku praktik pinjaman online (pinjol) ilegal.

“Pak Kapolda Metro Jaya memerintahkan untuk membentuk tim yang dipimpin Ditreskrimsus,” kata Kombes Pol Yusri kepada wartawan di Jakarta, Kamis (14/10).

Bacaan Lainnya

Kemudian, pihaknya juga mengajak masyarakat untuk melaporkan kepada Polisi jika ada orang-orang yang menawarkan pinjaman online secara ilegal.

“Jadi kami akan menerima semua laporan dari masyarakat tentang kejahatan pinjaman fintecth P2P (peer-to-peer) atau yang biasa kita kenal dengan pinjaman online,” sambungnya.

Memang selama ini Polri khususnya di jajaran Polda Metro Jaya sering mendapati keluhan dari masyarakat tentang adanya praktik pinjol ilegal dan sudah meresahkan. Oleh karena itu, responsibilitas kepolisian ini pun digencarkan.

“Yang jelas, kami akan perangi, kami akan tindak tegas para pelaku semua ini,” tegas Yusri.

Di samping penegakan hukum, Yusri pun mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan edukasi secara masif kepada masyarakat agar tidak mudah tergiur dengan penawaran pinjol ilegal ini.

“Jangan sampai tergiur tawaran fintech ini, karena awalnya mereka menawarkan penawaran yang bagus tetapi sebenarnya menjerumuskan masyarakat,” tuturnya.

Sebelumnya, Satreskrim Polres Metro Jakarta Pusat pada hari Rabu (13/10) telah melakukan penggerebekan kantor fintech yang ada di kawasan Jakarta Barat.

Dalam penggerebekan tersebut, polisi mengamankan 56 orang yang sebagian besar adalah karyawan yang bekerja di perusahaan pinjaman online ilegal. Dan saat ini, semua orang yang diamankan sedang menjalani pemeriksaan di Polres Metro Jakarta Pusat.

Berantas pinjol ilegal sesuai perintah Kapolri

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit memerintahkan seluruh Kapolda se-Indonesia mengambil tindakan hukum tegas terhadap para pelaku usaha pinjaman online (Pinjol) ilegal yang masih nekat beroperasi.

Mantan Kabareskrim itu mengaku juga telah mendapatkan instruksi dari Jokowi selaku pucuk pimpinannnya untuk memberantas penyelenggara financial technology peer to peer lending (fintech P2P lending) yang kerap melakukan kejahatan.

“Kejahatan pinjol ilegal sangat merugikan masyarakat. Sehingga dibutuhkan langkah penanganan khusus,” kata Listyo, Selasa (12/10).

Dari laporan yang kerap didapatkannya, banyak masyarakat khususnya di masa pandemi yang terlena akan kemudahan pinjaman tunai yang terbilang cepat dan mudah.

Namun, ketika waktu pembayaran sang nasabah tidak bisa membayar, data dirinya pun disebar kepada khalayal. Hal yang membuat masalah pinjol ilegal bertambah miris lagi, diungkapkannya ada beberapa kasus bunuh diri lantaran tak mampu bunga yang besar dari pinjol ilegal tersebut.

“Banyak juga ditemukan penagihan yang disertai ancaman. Bahkan dalam beberapa kasus ditemukan para korban sampai bunuh diri akibat bunga yang semakin menumpuk dan tidak membayar,” ungkapnya.

Sementara itu, hingga Oktober 2021, Polri tercatat menerima sebanyak 370 laporan polisi terkait kejahatan pinjol ilegal. Dari jumlah tersebut, 91 di antaranya telah selesai, 278 proses penyelidikan dan tiga tahap penyidikan.

Karena itu, dari segi pre-emtif, Kapolri menekankan kepada seluruh jajarannya untuk aktif melakukan edukasi dan sosialisasi serta literasi digital kepada masyarakat akan bahayanya memanfaatkan layanan pinjol ilegal.

Pos terkait