Muannas Alaidid Beri Support ke Yusmin dan Fikri

  • Whatsapp
Muannas Alaidid
Habib Muannas Alaidid bersama Ipda MYO dan Bripka FR di PN Jakarta Selatan.

Jakarta, Inisiatifnews.com – Habib Muannas Alaidid memberikan dukungan moril kepada Ipda Muhammad Yusmin Ohorella (MYO) dan Briptu Fikri Ramdhani (FR) dalam kasus dugaan unlawful killing tewasnya 6 orang laskar FPI.

Direktur eksekutif Komite Pemberantasan Mafia Hukum (KPMH) tersebut menyatakan bahwa banyak pihak yang mendukung proses hukum terhadap kedua perwira Polri anggota Reserse Mobil (Resmob) Polda Metro Jaya itu.

Bacaan Lainnya

“Yusmin dan Fikri, kita semua dan banyak orang di luar sana selalu mendukung,” kata Muannas, Senin (18/10).

Ia meminta agar kedua terdakwa dalam kasus meninggalnya 6 pengawal Habib Rizieq itu harus menjaga keberaniannya.

“Teruslah keberanian kalian menjadi inspirasi, bahwa negara tidak boleh kalah terhadap ancaman apapun apalagi berhadapan dengan ormas yang nyata-nyata memecah belah kedamaian kita,” ujarnya.

Perlu diketahui, bahwa kedua anggota Resmob Polda Metro Jaya tersebut kini sedang menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Keduanya didakwa telah melakukan pelanggaran hukum hingga membuat 6 orang laskar FPI meninggal dunia.

Di dalam materi dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU), didapati bahwa anggota Kepolisian memang ditugaskan untuk melakukan pengintaian terhadap Habib Rizieq Shihab.

Pengintaian dan pembuntutan itu dilakukan karena Polda Metro Jaya mendapati informasi bahwa akan ada pengerahan massa dari FPI dan PA 212 ke Mapolda Metro Jaya, di mana agenda pemeriksaan terhadap ayah mertua Habib Hanif bin Abdurrahman Alatas itu diperiksa oleh tim penyidik dari Ditreskrimum Polda Metro Jaya dalam kasus kerumunan dan Petamburan. Sementara itu, beberapa kali Habib Rizieq yang saat itu masih berstatus saksi selalu mangkir dari jadwal pemeriksaan.

Pembuntutan Habib tersebut berlangsung dari kawasan Sentul, saat itu diketahui mobil yang ditumpangi Habib Rizieq melaju menuju Karawang dikawal oleh para laskar FPI. Mengetahui target pengintaian mereka bergerak, anggota Resmob langsung melakukan pembuntutan. Sayangnya, di tengah jalan tepatnya di kawasan Jalan Tol Jakarta-Cikampek kendaraan polisi dihadang oleh mobil Chevrolet Spin berwana abu-abu yang ditumpangi oleh 6 laskar FPI tersebut.

Masih di dalam materi dakwaan yang dibacakan oleh JPU di dalam persidangan, didapati 4 (empat) orang laskar FPI dari dalam mobil Chevrolet Spin keluar sembari membawa senjata tajam untuk digunakan menyerang kendaraan polisi. Pedang samurai yang dibawa anggota laskar dihujam ke kap mobil milik polisi dan dihujam pula ke arah kaca mobil.

Mendapati serangan seperti itu, anggota polisi yang mengemudikan mobil membuka kaca dan meletuskan tembakan peringatan satu kali ke udara. Polisi juga sudah menyatakan bahwa mereka adalah polisi.

Takut, 4 orang laskar itu lari dan kembali ke dalam mobil Chevrolet Spin yang sebelumnya mereka tumpangi. Dan kemudian keluarlah dua orang anggota laskar dari dalam mobil yang sama sembari membawa senjata api, mereka diketahui adalah Faiz Ahmad Syukur dan Andi Oktiawan. Keduanya meletuskan 3 kali tembakan ke arah polisi dan mengenai kaca mobil petugas.

Melihat serangan semacam itu, Polisi pun mencoba melumpuhkan para laskar FPI tersebut dengan melakukan tembakan balasan. Terkena timah panas petugas, keduanya langsung lari dan kembali ke dalam mobil untuk melarikan diri.

Dari peristiwa inilah, akhirnya aksi saling serang antara polisi dan laskar FPI pun berlangsung hingga terjadilah peristiwa di KM50+200.

Namun begitu, JPU mendakwa Ipda Yusmin dan Bripka Fikri dengan Pasal 351 ayat 3 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 KUHP.

Pos terkait